Rabu, 12 November 2014

Aturan Pada Latihan Beladiri Melatih Anak Untuk Patuh Pada Setiap Aturan

Setiap keluarga pasti memiliki aturan tersendiri dalam menjalani hidup berkeluarga, salah satunya aturan yang dibuat orang tua untuk anak. Baik aturan yang disepakati dan disampaikan (terucap) ataupun aturan yang tidak terucap tetapi dilaksanakan keluarga. Aturan yang dibuat tujuan utamanya tidak untuk mengekang anak, tetapi aturan dibuat untuk membiasakan anak untuk tertib, mengetahui yang salah atau benar dan meningkatkan kemampuan anak dalam bidang apapun.
Kadang dalam melaksanakan peraturan kepada anak kita sebagai orang tua sering menemukan kesulitan dalam menegakannya. Kesulitan terkadang datang dari anak itu sendiri bahkan dari sendiri yang kita kurang pengawasan atau pengawalan peraturan tersebut.
Untuk itu kita sebagai orang tua berusaha melatih anak kita supaya bisa mentaati aturan tersebut, salah satu cara mengikutsertakan anak dalam latihan beladiri.
Kenapa salah satunya dengan latihan beladiri?. Dalam latihan beladiri sebagai mana kita ketahui pasti ada aturan-aturan atau tata tertib latihan. Mulai dari kedatangan anak, seragam, ketertiban, sikap, tentang materi (kurikulum), administrasi dan lain sebagainya. Contoh : Jika ada anak tidak berseragam tidak lengkap seperti baju, celana, dan sabuk maka pelatih memberi hukuman push up. Ada anak yang telat datang latihan maka anak tersebut diberi hukuman lari mengelilingi tempat latihan. Untuk sanksi di administrasi ketika anak terlambat daftar ujian kenaikan tingkat maka anak tersebut tidak bisa mengikuti ujian dan anak tersebut tidak naik sabuk atau tingkat. Seorang anak akan merasa malu apabila diberikan funishmen atau hukuman jika tidak mentaati aturan seperti contoh diatas. Untuk menutupi rasa malu tersebut maka dia berusaha mentaati aturan tersebut.
Hal ini bisa di terapkan di rumah, apalagi apabila anak bapak/ibu ikut latihan beladiri, kita sebagai orang tua akan ajak bicara apabila anak melanggar tata tertib dirumah dengan diberi pengertian sama seperti latihan.
Nah insya Allah dengan terbiasanya anak menaati aturan pada latihan beladiri anak, pelan-pelan akan terbiasa dengan aturan atau tata tertib di mana pun termasuk dirumah. Tetapi ingat, bahwa perubahan sikap anak tidak selalu bisa berubah cepat, setiap anak memiliki perubahan mental yang berbeda. Selamat mencoba semoga anak bapak/ibu menjadi anak yang soleh dan sholeha yang menaati peraturan dimana pun dia berada.
Hilman Indra Pura

Sabtu, 01 November 2014

Ciri-ciri Anak Memasuki Usia Sekolah

Pada umumnya, anak-anak di usia 4 tahun yang sudah memasuki usia sekolah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Anak akan belajar untuk mengambil inisiatif terhadap segala sesuatu di sekitarnya.
b. Anak sudah mulai berpikir akan adanya konsep, baik itu yang dilihatnya melalui gambar ataupun hukum sebab-akibat yang telah dialaminya.
c. Anak akan melihat moralitas dari segi apakah ia akan mendapat penghargaan, hukuman, kesenangan, atau konsekuensi lainnya, contohnya: “ Aku diem kok ga nakal, jadi aku boleh pinjem mainannya” atau juga disebut dengan Tahap Menghindari Hukuman.
d. Perkembangan fisiknya mulai berkembang kuat sehingga aktivitas yang paling disukainya adalah “bermain”
e. Pemikirannya masih pada tahap simbolik dan sifat egosentris yang mendominasi.
f. Pemikiran anak yang masih didominasi oleh hal-hal yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan pengamatannya sendiri, sekalipun apa yang ada dalam pikirannya tidak selalu ditampilkan lewat tingkah laku nyata.

Perlunya Bermain belajar dari permainan (Learning by playing)
Permainan seharusnya memiliki nilai seimbang dengan belajar. Anak dapat belajar melalui permainan (learning by playing). Banyak hal yang dapat anak pelajari dengan permainan, keimbangan antara motorik halus dan motorik kasar sangat memengaruhi perkembangan psikologi anak. Seperti kata Reamonn O Donnchadha dalam bukunya The Confident Child Permainan akan memberi kesempatan untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus belajar memecahkan masalah. Permainan mengembangkan otak kanan

Disamping itu tentu saja anak mempunyai kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebayanya dan mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Bermain melalui permainan memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah di sekolah maupun di rumah.
Permainan mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi yang menempatkan dirinya sebagai makhluk sosial. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran baik atau jahat membuat anak kaya akan pengalaman emosi, anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

Nina Maryamah, S. Kom.

Sabtu, 25 Oktober 2014

Invitasi JKT Pencak Silat dan Psn Perisai Putih Terbuka Contoh Baik Lomba Silat Anak-anak

Anak-anak adalah masa depan yang perlu dijaga keutuhannya. Keutuhan secara fiksik dan psikis sehingga dapat menghadapi kedewasaan dengan baik. Dalam dunia beladiri perlombaan, invitasi atau pun kejuaraan merupakan salah satu mengukur atau evaluasi keterampilan anak selama latihan. Semakin perkembangan zaman dan majunya olahraga pencak silat di indonesia maupun di dunia, semakin maraknya lomba-lomba atau kejuaraan pencak silat tingkat pra junior atau anak-anak. Salah satunya adalah kejuaraan pencak silat JKT Pencak Silat dan Psn Perisai Putih Terbuka. Kejuaraan ini ditandingkan dengan sistem bagan 4 (semifinal) dan 2 (final) dengan pembagian berdasakan umur, tinggi dan berat badan. Sehingga anak akan menemui lawan yang sepadan. Keuntungan dari sistem ini adalah secara fisik anak akan sedikit kemungkinan mengalami cedera karena lawan sebanding sedangkan secara psikis anak lebih enjoi karena menghadapi lawan yang tidak berat menurutnya. Pada lomba ini anak akan mendapatkan medali karena mendapatkan juara minimal juara 3 walaupun kalah di semifinal (pada bagan 4) dan juara 2 (pada bagan 2).
Semoga kejuaraan ini bisa dicontoh oleh perguruan-perguruan pencak silat yang mempertandingkan usia pra remaja atau anak-anak.

hilman indrapura

Selasa, 14 Oktober 2014

Kunjungi Malaysia Dan Singapura Makin Bangga Jadi Orang Indonesia

Juli 2014 saya mendapatkan pelajaran yang belum pernah saya dapat, saya dan teman-teman guru SD Islam Al Azhar 15 melakukan perjalanan study wisata ke Malaysia dan Singapura. Perjalanan selama 6 hari kami puas menikmatin indahnya dan cantiknya negara itu. Biaya kegiatan ini adalah mandiri kita menabung beberapa bulan dan juga dibantu oleh beberapa donatur yang peduli dengan kegiatan kita.

Kami mendarat di bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) dan langsung meluncur ke kota pemerintahan Raja Malaysia yaitu Putra Jaya. Di putra jaya saya melihat konsep kota yang tertata rapih dengan gedung-gedung pemerintahan yg megah, tidak ada macet dan bangunan kumuh sungguh kota yang cocok untuk sebuah kota pemerintahan. Kita sempat istirahat, sholat dan berfoto-foto di Masjid Putra Jaya sebelah rumah dinas Pendana Mentri Malaysia. Pelajaran pertama yang saya petik negara malaysia bisa kenapa kita tidak bisa membuat kota pemerintahan yang baik. Sebelum ke home stay kita sempat mampir ke twin tower dan restoran kandar utk makan makan. Tetap masakan indonesia nomer satu, karena mungkin lidah kita blm terbiasa makan masakan disini.

Di hari kedua kita city tour atau keliling kota kuala lumpur dan shoping di tempat belanja seperti pasar seni, sungai wang, klcc dan lain-lain. Kita sempat mampir di istana raja negara bagian, KL tower, dan masjid-masjid besar yang ada di kuala lumpur.

Kemudian di hari ke-3 (tiga) kita melanjutkan perjalanan, kali ini kita akan bersilaturahim dan kunjungi sekolah islamic school Adni di kuala lumpur, setiba disana kita disambut bahagia dan respon positif. Banyak pelajaran yg kita raih disana mulai dari tata tertib, penataan sekolah, kegiatan guru, dan kurikulumnya itu sendiri. Hal yang tidak diduga ketika kami kunjungan kesana dan masuk ke dalam kelas kita menjumpai seorang anak murid yang dulu pernah belajar di sekolah kami, sontak kami pun bahagia dan terharu. Anak tersebut masih mengingat kami sebagai guru-gurunya ketika sekolah di Indonesia. Sepulang dari adni kita makan siang kita makan siang dan lanjut ke kedutaan besar indonesia di kuala lumpur, kami senang krn kami diterima dengan baik dan berdiskusi serta sempat bertukar cendera mata dari kedua pihak. Dari kunjungan tersebut kita dapat beberapa info kegiatan atau aktivitas kedubes indonesia disana.

Dihari ke-4 (empat) kami diajak keliling lagi oleh pemandu wisata disana, kali ini ke genting highland yaitu sebuah mall yang berada di atas gunung dengan beberapa kemegahannya, untuk menuju ke mall tersebut kita harus menggunakan kereta gantung atau sky trans selama kurang lebih 15-20 menit waktu perjalanan. Dari kemegahan tempat tersebut ada yang tidak enak saya lihat yaitu adalah tempat casino terbesar di asia ujar pemandu wisata, ini yg membuat saya bangga dengan indonesia di malaysia negara yang muslimnya kuat tapi masih ada tempat seperti itu, seolah memperbolehkan perjudian di negeri itu, di indonesia tidak ada tempat seperti itu.

Hari ke-5 (lima) kami melanjutkan perjalanan ke kota heritag malaka. Disana kita mengunjungi tempat-tempat bersejarah salah satunya adalah museum bahari, kota cina, dan masjid apung. Kota yang indah dan panas itu sangat membuat kami terkesan. Untuk hari ini kita bermalam di johor agar dekat ke penyeberangan negara Singapura. Pelajaran yang kami dapat adalah bagaimana masyarakat malaka sangat menjunjung tinggi toleransi perbedaan budaya dan agama.

Hari ke-6 (enam) adalah hari terakhir perjalanan kami. Singapura adalah kota yang kita tuju. Singapura kota kecil nan cantik yang banyak dikunjungi oleh wisatawan dari manca negara termasuk Indonesia. Pemeriksaan masuk negara singapura sangat ketat imigrasinya, kami sempat tegang karena ada salah satu peserta rombongan ada yang ditahan sebentar untuk diminta keterangan karena memiliki paspor yang kurang jelas bagian foto wajahnya. Perlajaran yang saya dapat di kota kecil itu itu adalah konsep kota bersih dan disiplin dengan cctv beredar di setiap sisi kota seakan memantau setiap aktivitas yang ada di dalam kota itu. Kami sedikit sekali bertemu dengan warga asli setempat, hal ini yang membuat saya tetap bangga dengan Indonesia karena saya lihat dibalik kemegahan kota itu justru warga asli memiliki sedikit peran dalam pembangunan negara itu.

Hidup Indonesia, saya bangga jdi orang indonesia.....

Hilman Indrapura

Rabu, 23 Juli 2014

Hari Anak Nasional

Kami segenap penulis, admin, pelatih, orang tua murid, pengurus dan pemerhati beladiri anak mengucapkan selamat Hari Anak Nasional tahun 2014. Semoga anak-anak di Indonesia bisa tumbuh selayaknya anak-anak pada umumnya, mendapatkan pendidikan yang baik, serta diperlakukan baik oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya.

Hilman Indrapura

Sabtu, 17 Mei 2014

Ekskul Silat SD Alpam Tutup Latihan Dengan Manis dan Prestasi

Sabtu 17 Mei 2014 merupakan hari yang paling berbahagia untuk peserta ekskul silat SD Islam Al-Azhar 15 pasalnya hari itu dilangsungkan latihan penutup semester di semester 2.
Dalam latihan tersebut ada beberapa agenda acara yaitu latihan bersama persiapan ujian kenaikan sabuk, pengumuman peserta ekskul terbaik semester 2, pelepasan forum orang tua anggota (forta), foto bersama dan terakhir ditutup dengan ramah tamah (makan siang bersama).

Pelatih yang diundang dan hadir pada latihan tersebut adalah kak wahyudi, kak zainudin, kak sukron, kak riki, kak irvan dan kak hilman. Anak-anak sangat antusias mengikuti latihan tersebut karena dilatih oleh kaka-kaka pelatih yang mereka baru kenal (undangan).

Peserta yang terpilih sebagai the best ekskul semester 2 adalah Raisa Nida, Nafieza Dira, Arkandhika Fauzan, & M. Hamiz Ghani (kelas 1-2) dan Karindra, Assahra Aulia, Ifaan Fatih, & M. Prima (kelas 3-5). Pemilihan diambil dari jumlah kehadiran, prestasi, gerakan dan sikap selama ekskul. 
Kak Zainudin yang dalam hal ini mewaliki kakak-kakak pelatih dan mengucapkan terima kasih atas undangannya, kemudian ucapan selamat kepada terbaik dan para juara lomba serta mendoakan semoga silat SD alpam menjadi semakin sukses.

Sedangkan ibu Rina Nugroho (ketua forta sd alazhar pamulang) menyampaikan selamat kepada anak-anak dan sekolah atas prestasinya dan ucapan terima ksih kepada kakak pelatih yang sudah hadir serta melatih 1 tahun ini dan ucapan juga untuk terima kasih kepada orang tua murid yang membantu dan mendampingi ananda selama kegiatan. Disela-sela sambutan bu rina juga mohon pamit dan minta maaf karena beliau mulai hari itu mundur dari jabatan ketua forta sd pamulang karena mengingat ananda Karindra (anaknya) tahun depan sudah duduk di kelas 6. Beliau berharap ada regenerasi pengurus forta di tahun ajaran berikutnya komunikasi tetap berjalan dan beliau juga siap membantu.

Sedangkan dari pihak orangtua yang memberikan kesan dan pesan di acara tersebut adalah bapak andry (papa rayhan) dan ibu dian (mama dika, kanza,dan yafi). Pak andri dan bu dian sangat puas dan berterima kasih kepada sekolah, pelatih dan pengurus forta yang telah membantu mengurusi anak-anaknya dalam latihan, ujian dan lomba. Setidaknya ada perubahan nilai-nilai positif anak yang dirasakan setelah masuk ekskul silat ini.

Ditahun ajaran 2013/2014 ini SD Alpam berhasil meraih beberapa penghargaan dari beberapa event yang diikuti diantaranya :
1. O2SN tingkat kecamatan alhamdulillah kita sabet 1 emas (Karindra), 2 perak (Nadia Jihandari, Irfaan Fatih) dan 1 perunggu (M. Prima) pada olimpiade ini yang dilombakan adalah jurus tunggal IPSI saja.

2. Kejuaraan JKT Pencak Silat Championship Menpora terbuka di gedung POPKI cibubur Jaktim. Kita meraih 8 emas (Karindra, Irfaan fatih 2 emas, Yumnaa Nur fatih 2 emas, M. Prima, Nadya jihandari, dan Arkhandika fauzan), 6 perak (karindra 2 perak, Anka wizraka huda, Anindya Khanza, M. Prima, dan Nadya Jihandariputri) dan 3 perunggu (Anka Wizraka Huda, Anindya Khanza, Arkhandika Fauzan). Kategori yang ditandingkan adalah seni tunggal IPSI dan tanding dengan dikategorikan sesuai dengan usia, berat dan tinggi badan.

3.Kejuraan Al-Azhar Seni Bela Diri tahun 2014. Pada kejuaraan tahun ini alhamdulillah kita berhasil menduduki 4 se-Indonesia tingkat sekolah dasar. Dengan perolehan medali sebagai berikut :
Emas 9 :  Karindra 2 emas (jurus alazhar sabuk biru 3 dan tanding), Arkandhika Fauzan 2 emas (jurus alazhar sabuk hijau kls 1/2 dan tanding), Rayyan Ridwan (tanding), Raisa Nida (tanding), Nasya Zulaekha/Assahra Aulia (ganda IPSI), delsey nabila (tanding), dan Nasya Zulaekha (tanding). 
Perak 11 : Raisa nida (jurus alazhar sabuk kuning kls 1/2), Syafira Khanza (jurus alazhar kls 3/6), Irfaan Fatih 2 perak (tanding & jurus alazhar sabuk biru 3), Hezel Qoyyum (tanding), Delsey nabila/amade dinara/asahra aulia beregu jurus alazhar sabuk hijau), M. Prima (jurus alazhar sabuk hjau kls 3/6), Nadya Jihandariputri (tanding), Karindra Mahalia/Nadya jihandariputri (ganda IPSI), Rayhan Saputra (jurus alazhar sabuk kuning 1) dan Anindya Khanza (jurus alazhar sabuk hijau kls 3-6).
Perunggu 11 : Rifqi Darmawan (tanding), Ammara Rizka (Tanding), Nizam Adam/M. Hamiz Ghani/Thiery Rizq (beregu sabuk kuning kls 1/2), Rafli Alzaidan (tanding), Amadea Dinara (tanding) Raihan Saputra (tanding), Yumnaa Nuur Fatih 2 perunggu (tanding & jurus alazhar sabuk biru), Karindra Mahalia Putri Nugroho (tunggal IPSI), dan Rayhan Saputra (tanding).

4. O2SN tingkat kota Tangerang Selatan. Setelah menjuarai tingkat kecamatan Karindra Mahalia Putri Nogroho melajut ke kota. Di tingkat kota ananda berhasil kembali meraih juara 1 dan berhak melaju ke tingkat Propinsi Banten.

5. O2SN tingkat propinsi banten (sdg berlangsung).

6. UNJ open Pencak Silat (Juli 2014).

Sekolah tentunya sangat bangga dengan hasil yang dicapai, minimal anak bisa senang dan percaya diri ikut kegiatan-kegiatan ekskul silat setahun terakhir ini. Melalui kepala sekolah HJ. Yana Rodiyanah, S. Ag sekolah berpesan selamat atas prestasi yang raih, terima kasih kepada pengurus dan anggota forta (forum orang tua anggota) yang telah membantu kegiatan sekolah ini dengan iklas dan sangat konsen kepada kegiatan sekolah. Kepada anak-anak tetap semangat latihan dan trus belajat agar nilai kalian tetap baik dan lebih baik.
Sukses trus silat alpam 15 dan jaya selalu.
Hilman indra Pura, S. Pd. (Koordinator latihan)

Wisnu kumara raih perak di jepara

Alhamdulillah kembali wisnu kumara juara nasional taekwondo kembali raih sukses di kejuaraan nasional taekwondo di jepara 27-28 april 2014 lalu. Wisnu yang tanding di kelas over 60 kg berhasil meraih perak. Hasil ini membuat bangga orang tua dan sekolah SD Islam Al Azhar 15 karena ananda sekarang sudah kelas 6 jadi kemungkinan ini prestasi terakhirnya di SD. Insya Allah tahun ini wisnu akan mengahadapi ujian dan masuk ke smp.
Selamat ya wisnu semoga di smp berhasil dan tetap eksis di mendulang juara.

Hilman Indrapura

Sabtu, 10 Mei 2014

Pantau Imajenasi Anak

Masih ingatkah dengan kejadian anak yang melompat dari lantai 19 apartemen?. Menurut kabar yang beredar anak tersebut lompat setelah dilarang untuk menonton film Spiderman di bioskop.
Hal ini menunjukan ada indikasi bahwa anak tersebut marah/ngambek sehingga menjatuhkan diri apartemen, karena anak tersebut sempat mengunci diri sebelum melompat. Ini bisa dilakukan karena seorang anak itu memiliki imajenasi tinggi. Bisa saja dia berharap dengan menjatuhkan diri dari ketinggian dia akan diselamatkan oleh tokoh pahlawan idolanya tersebut dan bisa bertemu dengan dia.
Selain korban lompat, imajenasi juga dimiliki oleh anak korban pelecehan sex di sekolah TK Internasional di Jakarta ketika orangtua korban mengajak anak nya berbicara seolah-olah berteman dengan super hero, sehingga anaknya mau bicara jujur apa yg dia alami tanpa ketakutan.
Untuk itu kita semua khususnya keluarga korban bisa mengambil pelajaran dari beberapa kejadian ini. Agar kita selalu memperhatikan tingkah laku anak-anak kita dan berikanlah penjelasan yang real mengenai yang dia ketahui. Agar tidak salah untuk dalam mengambil tindakan dari kehidupannya.
Hilman Indrapura

Selasa, 06 Mei 2014

Anak Jangan Dijadikan Korban

Miris rasanya melihat kejadian-kejadian yang melibatkan anak-anak menjadi korban. Mulai dari kasus penculikan, penganiayaan, pemerkosaan, exploitasi, bahkan pembunuhan. Ini salah siapa? Apakah ini salah orang dewasa yang lalai dalam hal pengawasan, pendidikan, perlindungan, kontrol emosi, kontrol nafsu, kontrol ambisi, ekonomi atau yang lain?. Ini semua bisa saja betul kesalahan orang-orang dewasa.

Melihat kasus beberapa waktu lalu di Bandung dan kota lain di Indonesia. Penculikan anak karena desakan ekonomi, seseorang tega menculik dan hendak menjual anak tersebut. Belum lagi kasus anak menjadi korban perlakuan kelainan sex, di salahsatu sekolah Internasional di Jakarta dan bekas tempat rekreasi di Sukabumi, yang sangat menghebohkan juga menambah penderitaan anak-anak bangsa. Bahkan yang lebih menyesakkan hati, korban berjumlah puluhan bahkan ratusan anak. Ada juga kasus eksploitasi anak, anak dipaksa untuk bekerja mencari uang, sehingga anak tidak bisa menikmati masa hidupnya sebagai anak yang trus belajar dan bermain. Belum lama juga ada kasus kekerasan orang dewasa yang menghardik anak hingga terluka, bahkan ada yang sampai meninggal dunia. Kejadiannya di panti asuhan, sekolah, masyarakat, bahkan dirumah sendiri. Dan masih banyak kasus-kasus lain yang juga sangat memalukan kita sebagai orang dewasa yang tidak menjaga anak. Kejadian diatas bukan hanya membuat anak menjadi sakit secara fisik saja tetapi secara Psikis pun akan terluka. Dan juga menunjukan hampir semua tempat dimanapun menjadi tidak aman bagi anak termasuk dirumah sendiri.

Sebenarnya apa sih yang harus kita perbuat agar tidak terjadi seperti itu lagi? Apakah kita harus siaga 24 jam? Atau kita harus sewa atau bayar orang untuk menjaga anak kita, apabila tidak bersama kita? Semua itu tidak menjamin, karena kejadian bisa saja terjadi diluar dugaan kita. Untuk itu yuk sama-sama kita sebagai orang dewasa kita lakukan perbuatan menjaga anak dari yang sederhana, yaitu mulai dari menjaga diri kita sendiri dulu. Dengan apa kita menjaga diri kita? Banyak salah satunya adalah dari pola pikir kita yang selalu berpikiran positif dan tidak negatif. Sehingga kita tidak akan tega melakukan apapun yng merugikan anak baik fisik maupun psikisnya. Sehingga anak akan nyaman berada di dekat anda.

Setelah kita sudah perbaiki diri kita lihat dan perhatikan orang disekitar kita seperti anak, adik, sepupu, keponakan, dan kerabat lainnya. Lihat perkembangan (fisik dan Psikis) dan pergaulannya. Apabila ada kejanggalan ajak bicara dan dicari permasalahannya. Setelah keluarga, baru kita lanjut perhatikan orang di lingkungan kita, baik lingkungan rumah maupun kerja.

Manusia hanya bisa berusaha tapi tetap Allah yang akan menentukan, untuk itu selain berusaha kita wajib berdoa. Mudah-mudahan sharing tentang perlakuan terhadap anak ini bisa menjadi bahan renungan untuk saya dan pembaca yang budiman.

Hilman Indra Pura, S. Pd.

Selasa, 04 Maret 2014

SD AL-AZHAR PAMULANG SABET 4 JUARA DI CABANG SILAT

Selamat kepada Peserta Lomba O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional) Tingkat Kecamatan Pamulang dari SD Al-Azhar 15 Pamulang untuk Cabang Beladiri Pencak Silat yang telah merebut 4 Juara dari 6 Juara yang diperebutkan. Juara-juara tersebut adalah 1. Karindra Mahalia Putri Nugroho (alia) Juara 1 Putri, 2. Nadya Jihandari Juara 2 Putri, 3. M. Irfaan Fatih Juara 2 Putra, dan 4. M. Prima Adiguna Juara 3 Putra. Lomba yang dipertandingkan adalah Jurus Tunggal IPSI (lengkap Golok dan Toya). Lomba O2SN ini berlanjut sampai tingkat Nasional, semoga saja dari ke-Empat juara ini bisa mengikuti untuk lomba sampai Tingkat Nasional. Amin.


Selasa, 24 Desember 2013

Pelantikan & Latihan Penutup Semester 1 Silat SD Al-Azhar 15 Pamulang Tahun 2013/2014

Dengan selesainya ujian kenaikan tingkat (sabuk) yang di gelar pada hari Sabtu-Minggu, 14-15 Desember 2013, maka berakhir sudah latihan Ekskul Pencak Silat Semester 1 pada tahun pelajaran ini. Latihan akan dimulai lagi pada hari efektif semester 2 pada bulan Januari 2014 tepatnya tanggal 6. Dalam rangka itu unit latihan Pencak Silat SD Islam 15Al-Azhar Pamulang mengadakan latihan penutup semester 1 sekaligus mengumuman dan pelantikan sabuk anggotanya. Latihan yang di gelar di Kolam Renang Villa Dago Sport Center, Pamulang, Tangerang Selatan sangat diminati oleh anak. Selain mereka latihan dengan tempat yang tidak seperti biasanya, mereka berhak mengenakan sabuk barunya yang mereka peroleh serta bisa berenang dengan teman-temannya setelah latihan selesai.
Latihan yang dipimpin oleh Kak Hilman (pelatih sekaligus koordinator latihan) dan didampingi oleh Ka Sukron serta Kak Riki (selaku undangan dari Al-Azhar Seni Bela Diri Pusat & ketua tim penguji). Latihan dimulai pada pukul 08.00 sampai dengan 10.00 WIB. Latihan dimulai dengan Pembukaan, Pemanasan, Pengumuman serta Pelantikan, Pengumuman The Best Performance Silat Semester 1, Latihan Gerakan Dasar, Penutup Latihan, Berenang bersama. dan diakhirin dengan makan bersama.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang di prakasai oleh orang tua murid anggota, yang tahun ini dipimpin oleh Ibu Rina Nugroho (mama Alia) sebagai wujud motivasi kepada anak-anak latih agar rajin latihan dan bisa memperoleh prestasi yang baik serta ajang refreshing selama satu semester berlatih. Semoga kegiatan ini bisa dipertahan dan di contoh oleh unit latihan lain.

Hilman Indra Pura





Selasa, 26 November 2013

PERCAYA DIRI AJA LAGEEEH.....!

Nama saya Rina Nugroho, seorang ibu berprofesikan Ibu Rumah Tangga. Walaupun ngga kerja kantoran, tapi saya punya passion yang besar di bidang pendidikan, terutama yang berhubungan dengan anak kecil. Kenapa ? Karena menurut saya, dunia anak itu dunia yang ga ada matinyeee, menyenangkan karena bisa bikin kita awet muda dan  yang lebih terpenting ….. dengan menyelami dunia anak, bisa membuat saya lebih kreatif. Salah satunya yang ini niiih ….. bikin artikel tentang anak, tanpa ada yang nyuruh pula, dan dengan percaya diri, mengajukan artikel ini ke ‘si empunya blog’, Hilman Indra Pura.….. , lumayaaan ….. gak perlu penerbit, tapi bisa nyebar hehehehe, just kidding, ….. Oke, perkenalan dirinya sudah cukup ya, kita masuk ke inti artikelnya ajah …..


Penulisan artikel ini berawal mula dari 1 kejadian sederhana, tapi cukup membuat saya tersenyum dan bangga pada anak saya. Oh ya, nama anak saya Karindra Mahalia Putri Nugroho, Alia panggilannya, saat ini bersekolah di SD Islam Al Azhar 15 Pamulang Tangerang Selatan, saat saya menulis artikel ini, usianya 10 tahun, kelas 5, dan menekuni dunia persilatan sebagai pilihan kegiatan  ekskulnya. Saking cintanya terhadap dunia persilatan, seluruh koleksi komiknya tidak jauh-2 dari dunia persilatan juga, misalnya Komik Chinmi si Kungfu Boy mulai episode A sampe Z, Naruto bla bla bla….. yang saya sendiri gak hafal saking banyaknya. Nggak hanya koleksi komik, tapi karena hobi menggambar, gambar yang dibuatnya pun pasti gak jauh-2 dari silat misalnya jurus naga menerkam harimau lah dll entah apa lagi, yang jelas gara-2 minatnya di dunia yang satu ini, emaknya sempat ditegur salah seorang guru karena di kertas ujiannya penuh dengan coret-2an gambar, hadeeeeehhhh …..


Oke, lanjuuut ….., kejadian yang saya maksud tadi adalah ….. ada seorang ibu, berputra 3 (haduh banyaknya ya …..), ketiga-2nya ikut ekskul silat, sama dengan Alia anak saya, hanya saja tingkatan sabuknya berbeda, Alia sudah sabuk biru 2, sementara anak-2 si ibu ini, namanya Ibu Dian, tingkatan sabuknya berada di bawah alia, kalo gak salah kuning  2 dan biru 1 deh. Ibu Dian ini berbicara pada saya, aduuuh ….. gimana ya, ini anak saya si Dhika (sabuk kuning 2) belum hafal jurus 2, padahal dia 2 minggu lagi mau Ujian Kenaikan Tingkat, secara waktu latihan tinggal 2 kali lagi nih, mana sebentar lagi sudah minggu tenang menjelang UAS, gimana nih, mba Rinaaa …… Ibu Dian ini mengadu ke saya, karena di sekolah ini saya bertindak sebagai koordinator orang tua ekskul silat.

Menanggapi keluhan Ibu Dian, saya langsung putar otak, gimana ya caranya supaya si Dhika bisa ikut UKT (Ujian Kenaikan Tingkat) dan hafal jurus yang disyaratkan, padahal waktu latihan mepet. Saya dapat akal nih, dan langsung berbicara ke Ibu Dian …. ‘Bu, mau ga diajarin Alia, anak saya, siapa tahu bisa membantu, khan Alia hafal jurus …..’  Tapi sebelum saya menawari Ibu Dian, saya sudah bertanya ke Alia terlebih dahulu, berikut sekelumit pembicaraan saya dengan Alia :
Saya       : Al, kamu hafal gak jurus 2 ?
Alia         : Hafal laaah ….. (dengan pe de nya Alia menjawab)
Saya       : Bisa gak ajarin Dhika, dia gak hafal jurus nih, kan sebentar lagi UKT …..
Alia         : Bisa, kan aku sudah hafal, mommy …..
Saya       : Yakin kamu bisa nih ?
Alia         : Yakin, tapi dibolehin ga sama Pak Hilman ?
Saya       : Ntar mommy minta ijin ma Pak Hilman, yang penting, kamunya, oke ga ?
Alia       : Oke oke aja ….. asyiiiikkk ….. bisa jadi pelatih cilik nih, Khansa adiknya diajak juga dong, kan dia sabuknya sama dengan Dhika …..
Saya       : Oke, ntar mommy bilangin ke mamanya. Tapi yakin kan kalo Alia bisa ?
Alia         : Pe de aja lageee Mommy ……

Gayung pun bersambut, Ibu Dian menyetujui, dan kita atur waktunya …..’Besok setelah sholat Jumat, Alia ajarin Dhika di Aula Masjid Ibnu Sina ya, sekalian aja Khansa diajak, biar lancar, Bu Dian’. Besoknya, setelah sholat Jumat, Dhika dan Khansa ternyata tepat waktu loh, datang 15 menit sebelum jam yang ditentukan, hebaaaatttt. Kebetulan di Aula ada Pak Hilman, jadi saya langsung minta ijin beliau untuk memberi kesempatan Alia melatih Dhika dan Khansa. Alhamdulillah,  Alia diijinkan, tetapi sebelumnya diberi arahan dulu bagaimana caranya melatih.

Latihan pun dimulai, ‘Yaaakk ….. kita mulai ya, Dhika, kamu di sini, Khansa ….. kamu di sana ….., kita langsung mulai ….. satu ! ….dua ! dst dst dst …..ini caranya Alia memberi aba-2. Setelah beberapa saat, saya perhatikan, saat melakukan jurus tertentu, Dhika kebingungan, akhirnya Dhika menoleh ke samping tempat Alia berdiri atau menoleh ke Khansa yang ada di belakangnya. Ini menurut saya agak mengganggu. Kebetulan di situ ada Prima anak ekskul silat juga yang secara tidak sengaja melihat latihan ini, dan tanpa diminta, Prima langsung ikut membantu membetulkan gerakan jurus Dhika dan berdiri di depan Dhika, jadi kalau aba-2 dari Alia dimulai, Dhika tidak kebingungan, saat dia berputar ke kiri, dia bisa melihat Prima, saat menghadap depan bisa melihat Alia, dan saat berputar ke kanan, bisa melihat Khansa, tapi ….. saat menghadap ke belakang …… dia hanya bisa lihat ke tembok.

‘Sekarang istirahat 2 menit dulu ya, nanti kita teruskan lagi’, kata Alia. ‘Iya Kaaaaak,’ jawab Dhika dan Khansa. Padahal latihan dimulai 5 menit kemudian, karena Alia bermain-2 dulu hehehehe.  Akhirnya latihan selesai dalam waktu 30 menit, dan Dhika sudah 90% hafal jurus, 10% nya lagi tinggal menyempurnakan gerakan. Ini sih bagiannya Kak Syukron dan Pak Hilman kali yaaaa ……

Nah, sebenernya apa sih inti dari cerita ini ? Ini nih yang mau saya share buat para pembaca. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari latihan bela diri ala anak-2 ini. Beberapa hal yang bisa saya sebut yaitu :
1.       Percaya diri
2.       Komponen penyusun kepercayaan diri anak
3.       Disiplin
4.       Kerja sama
5.       Kepemimpinan

Percaya diri, hmmmm …… sepertinya saya ga perlu membahas definisinya, karena pembaca bisa googling aja sendiri, pasti bisa menemukan sekian banyak definisi percaya diri dari banyak ahli / ilmuwan / psikolog. Saya hanya bisa mengatakan, bahwa percaya diri ….. yang sering kita sebut dengan self confidence, self esteem, atau apapun lah namanya, menurut saya itu definisinya cuman satu ‘I CAN DO IT, SURELY …..!’. Alia bisa melatih Dhika, karena dia yakin bahwa dirinya bisa, mampu dan hafal jurus. Coba kalo Alia ga hafal jurus, males ngajarin, ga yakin ….. kejadian ‘pelatih cilik’ ini gak mungkin ada. Tul ga ? Ditambah lagi, embel-2 dia pengen jadi pelatih cilik ….. waduuuh, jangan-2 habis ini kalau sudah komersil bisa minta bayaran nih wkwkwkwkwk ….. Ga sia-2 hasil jerih payah Pak Hilman melatih Alia silat selama hampir 3,5 tahun, di usia muda pe de nya Alia cukup diacungin jempol.


Komponen penyusun kepercayaan diri anak, iiih ….. semoga penjelasan saya ga terlalu teoritis ya. Pastinya, dengan sedikit mengintip buku-2 literatur saya sewaktu kuliah di psikologi dan berbekal pengalaman sewaktu 10 tahun menjadi praktisi di perusahaan dan beberapa tahun menjadi praktisi pendidikan, saya bisa menyimpulkan, bahwa Alia bisa pe de karena beberapa hal, kemampuan, keberartian dan kesempatan serta kompetensi. Kemampuan, jelasss, Alia sudah hafal jurus koq. Keberartian dan kesempatan, sebenernya kalau di literatur-2, yang ada hanya keberartian, tapi menurut saya, ada 1 tambahan lagi yakni kesempatan, dan ini tidak bisa dipisahkan. Lihat aja cerita yang saya tampilkan, Alia merasa dirinya ‘sesuatu(k – nyontek gaya Syahrini)’ karena ada kesempatan, pembinanya Pak Hilman Indra Pura memberi ijin dan memberi kesempatan Alia untuk menjadi pelatih cilik. Bahkan di beberapa kesempatan saat latihan ekskul, pelatih Alia, Kak Syukron memberi kesempatan anak-2 yang bersabuk biru melatih anak-anak bersabuk putih, walaupun hanya sekedar melatih 4-5 gerakan. Di sinilah jiwa kepemimpinan dan pe de nya anak mulai ditempa. Anak pun merasi dirinya lebih berarti. Good job, Alia. Thanks to Pak Hilman Indra Pura dan Kak Syukron ‘Kumis’. Faktor penyusun berikutnya adalah kompetensi, Alia bisa pe de karena berbekal pengalaman dia, pernah menjuarai beberapa lomba, baik di lomba silat Al Azhar dan juga O2SN tingkat kecamatan, makanya dia pe de banget ngajarin ‘two musketeers’.

Berikutnya, disiplin. Sesuai kesepakatan, tanpa dinyana, Dhika dan Khansa datang 15 menit sebelum waktu latihan dimulai, woowwww …… biasanya anak kecil kan susah disuruh disiplin, ini berdua malah duduk manis di depan Aula Masjid Ibnu Sina, duuuuh dari jauh melihat 2 anak kecil imut duduk manis ….. ooohhh to twiiittt….!! Malah Alia yang lambat 5 menit, itu bukan karena salah Alia looooh, jam keluar sekolah saat itu jam 12.50, lewat 5 menit dari waktu yang saya tentukan, 12.45. So, it’s not about justification, broooo ……

Kerjasama, ini juga salah satu hal yang tidak saya duga, tetapi muncul di TKP. Masih ingat dengan tokoh yang namanya Prima ? Prima, teman Alia yang suka ‘darting’, ternyata memiliki sifat plus nya loh, suka membantu. Saat Dhika bingung melakukan jurus tertentu, tanpa diminta Prima ikut membantu Alia melatih Dhika, hmmmm ‘good collaboration among kiddos’. Akhirnya, hanya dalam waktu tidak lebih dari 30 menit, 13 gerakan dalam JURUS 2, sudah bisa dilakukan Dhika dan Khansa dengan baik. Terima kasih Kak Alia, terima kasih Kak Prima …..

Terakhir, kepemimpinan. Ingat ga, pembaca ….. pada waktu Alia menyuruh ‘anak didiknya’ istirahat 2 menit ? ini adalah awal mula adanya kepemimpinan, walaupun jadinya molor siih, dari 2 menit menjadi 5 menit, namanya juga anak kecil. Tapi setidak-2 nya, tanda-2 kepemimpinan sudah dimulai ….. not bad laaahh ….

SO …….!! (meniru gaya bicara Bara Pattirajawane di acara Gula Gula), dasar emak-2 ….. tidak jauh tontonannya pasti seputar acara infotainment, masak memasak (hayo ngakuuuuu …..), padahal bisanya cuman masak telor dadar campur bawang wkwkkwkwwk. Jadi, pembaca ….. ternyata latihan bela diri anak itu kalau dilakukan dengan senang hati dan tanpa adanya paksaan (bener, sumpeee loh, saya gak maksa Alia milih ekskul silat, dia sendiri dengan sadar dan seikhlas-2nya memilih ekskul silat, mungkin karena lihat figur Pak Hilman yang terkenal disekolah kali yaaa), plus latihan tekun (Alia 3,5 tahun, gak pake bolos, seingat saya selama kurun waktu itu alia hanya ijin tidak masuk 1 kali karena sakit) dan dengan cara yang fun (pelatihnya Kak Syukron juga memberi kesempatan anak-2 melatih adik tingkatnya), banyak sekali hal yang tumbuh dalam diri anak-2 kita, subhanallah …..

Demikian tulisan ini saya buat, semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca yang lagi googling, apa manfaat latihan bela diri buat usia anak. So, buat apa ragu ? Let’s get started …!!!

Rina Nugroho, S. Psi.

Selasa, 01 Oktober 2013

Jangan ada paksaan untuk berlatih apabila anak tidak suka

Dalam pelaksaan beladiri anak, kita sebagai pelatih, orang tua, dan pengurus yang terlibat dalam latihan tersebut harus mengetahui tingkat kejenuhan anak. Terkadang dalam suatu latihan yang menargetkan anak untuk bisa mengusai gerak tertentu untuk menghadapi kenaikan tingkat atau pertandingan, kita terlalu memaksa kepada anak tersebut untuk dapat melakukannya. Sehingga anak tersebut merasa tertekan atau terpaksa dalam latihan tersebut. Padahal tujuan utama kita mengajarkan beladiri untuk anak bukan seperti itu. 
Tujuan utama anak kita latihan beladiri sebenarnya sebagai pembentukan karekter anak, baik fisik maupun mental, sedangkan prestasi hanya mengikuti. Jadi prestasi jangan terlalu dipaksakan ke setiap anak, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda. Untuk pemberian porsi latihan yang lebih pada anak boleh-boleh saja, sebatas kemampuan fisik, skill dan kesiapan mental anak tersebut.
Pemaksaan latihan yang berlebihan jika dilaksanakan selain membuat anak jenuh dalam berlatih, juga anak bisa mendapatkan trauma yang mendalam seperti ketakutan, malas, dan lain sebagainya kalau melihat atau mendengar kata latihan. 
Untuk itu kita sebagai pelatih, orang tua, dan pengurus harus bisa melihat kemampuan anak, serta mengetahui tingkat kejenuhan anak, sehingga kita bisa mengatur tingkat pemberian materi latihan pada anak. Selain itu Pelatih dan Pengurus harus bisa mensiasati program latihan yang menarik sehingga latihan bisa menyenangkan tetapi materi yang dituju tercapai.
       

Senin, 09 September 2013

Selamat hari olahraga nasional

Tanggal 9 september adalah hari yang paling penting bagi insan olahraga nasional, pasalnya pemerintah Indonesia mencanangkan hari tersebut sebagai hari olahraga nasional. Kami segenap pelatih, pengurus, orang tua murid dan anggota olahraga bela diri, khususnya bela diri untuk anak-anak mengucapkan selamat, semoga olahraga indonesia kembali bangkit dan bangun dari tidurnya sehingga menjadi negara yang ditakuti di asia dan dunia

Selasa, 27 Agustus 2013

Yuk Kita Mulai Lagi Latihan..................

Setelah libur panjang kenaikan kelas, Ramadhan dan Lebaran. Sekarang sudah saatnya kita aktivitas latihan beladiri anak kembali. Silakan persiapkan apa saja yang perlu disiap dalam latihan, seperti seragam, alat-alat pelindung badan, dan alat-alat untuk latihan lainnya. Bagi yang baru akan bergabung, selamat bergabung jangan lupa tips2 dalam memilih tempat latihan beladiri (Buku Beladiri Untuk anak PT. Dian Rakyat). Trus berlatih semoga kalian semua menjadi juara. Selamat berlatih......!


Selasa, 23 Juli 2013

PROFIL JUARA : WISNU KUMARA PUTRA JUARA TAEKWONDO NASIONAL & INTERNASIONAL MEMILIKI SEGUDANG PRESTASI DAN CITA-CITA

Sepintas melihat Wisnu Kumara sama seperti anak-anak sebayanya. Bermain, bercanda, bahkan sedih apabila tidak sesuai dengan keinginananya. Tetapi dibalik itu, anak dari pasangan Harry Hartanto dan Nur Ayu Komang ini merupakan anak yang luar biasa. Prestasi anak ini di tahun 2010 sampai 2013 sedang memuncaknya. Baik secara akademis maupun nonakademis. 
Untuk dibidang nonakademis yang paling menonjol adalah prestasi di bidang olahraga Taekwondo. Tahun 2013 Murid Sekolah Dasar Islam Azhar 15 Pamulang ini meraih Emas (Juara I) Nasional Taekwondo Prajunior UTI PRO Championship 2013 di Surabaya dan juga meraih medali Perak (Juara II) di kegiatan yang sama untuk tingkat Internasional (UTI PRO BEST OF THE BEST INTERNASIONAL CHAMPIOANSHIP) 20-30 Juni lalu di Yogyakarta. Hasil itu buah dari kerja kerasnya berlatih dimanapun dia berada. Polda Bali adalah tempat latihan taekwondo wisnu pertama kali tahun 2008. Sejak tahun 2013 Wisnu pindah ke Pamulang karena Ayahanda tercintanya pindah tugas di Jakarta dan tetap berlatih bergabung latihan di Sekolah dengan teman-teman Ekskul Taekwondo. Bukan hanya itu murid yang duduk sekarang di kelas 6 ini juga pernah menjuarai lomba-lomba yang dia ikutinya seperti : lomba mengomandangkan Adzan (Muadzin Terbaik), Pekan Seni, dan Paduan Suara.
Bukan hanya di luar sekolah dia hebat. Di dalam kelas wisnu tergolong sebagai murid yang cerdas, dimana dalam pembagian hasil pembelajaran dia selalu di posisi 4 besar keatas.
Sikap santun dan hormat kepada teman serta guru disekolah juga patuh menjadi contoh bagi teman-temannya. Selalu salam kepada guru, tidak pernah membuat kasus dengan teman, dan selalu mengikuti kegiatan sekolah dengan baik. 
Semoga Prestasi wisnu ini menjadi motivasi untuk dia untuk meraih yang lebih baik dan kita semua agar bisa berlatih lagi lebih keras untuk meraih prestasi yang kita inginkan.

Prestasi Wisnu Kumara Putra :
1. Meraih rangking 4 di kelas 3, Tahun Pelajaran 2010.
2. Meraih rangking 3 di kelas 4, Tahun Pelajaran 2011.
3. Meraih rangking 2 di kelas 5, Tahun Pelajaran 2012.
4. Juara Harapan II Lomba Seni Re
maja Disdikpora Bali 2011.
5. Juara I (Emas) Pekan Olahraga Kota Denpasar-Bali. Cabang Taekwondo. 2011.
6. Juara I (Emas) Cabang Taekwondo Open Class Walikota Denpasar-Bali 2012.
7. Juara III Lomba Pekan Seni Remaja XXVIII tingkat SD Kota Denpasar-Bali 2012.
8. Juara Harapan I Adzan, OLKA Al-Azhar Se-Indonesia 2013.
9. Juara Harapan II Paduan Suara Fersiival Seni dan Budaya Al-Azhar 2013.
10.Juara I (Medali Emas) Cabang Taekwondo Pra Yunior Open Tournament Se-JawaBali plus di Surabaya. 2013.
11. Muadzin terbaik program Pesantren Bina Iman SD Islam Al-Azhar 15 Pamulang dan Al-Azhar 23 Jati Kramat.
12. Juara I (Medali Emas) Kejurwil Nasional Cabang Taekwondo UTI Championship Surabaya, 2013.
13. Juara II (Perak) UTIPRO BEST OF THE BEST INTERNASIONAL CHAMPOIONSHIP, Jogyakarta, 2013.


Rabu, 17 Juli 2013

LATIHAN PADA SAAT PUASA

Latihan beladiri pada saat bulan puasa bisa disiasati waktunya yang tepat jika kita sedang melaksakan ibadah Puasa (bagi umat Islam). Latihan bisa dilaksanakan pada malam hari setelah solat tarawih atau sore hari menjelang berbuka. Latihan yang dilaksanakan jangan terlalu berat volumenya. Latihan ini dilakukan untuk menjaga kebugaran tubuh kita, bukan untuk membentuk atau meningkatkan kondisi fisik kita. Lain hal dengan atlet yang akan dipersiapkan untuk event tertentu, latihan di bulan puasa perlu di bentuk latihan khusus yang dibuat oleh ahli dan pelatihnya.
Bagi kita yang memang melakukan olahraga beladiri sekedar untuk kesegaran jasmani dan beladiri saja, bisa melakukan latihan paling banyak seminggu 2 kali latihan pada saat puasa. Latihan dilaksanakan dengan beban yang sedikit dan kecepatan yang sedikit. Hal ini dilaksanakan karena kawatir mengganggu kondisi tubuh dalam keadaan perut yang kosong.
Selingin dengan muatan-muatan imtaq untuk menambah motivasi dalam hal ibadah kita. Silakan mencoba semoga latihan kita dinilai sebagai ibadah oleh Allah SWT. Amin.

Sabtu, 16 Februari 2013

Latihan Beladiri Melatih Disiplin Anak

Dalam setiap latihan beladiri pasti ada peraturan atau tata tertib yang harus dilaksanakan. Peraturan itu dibuat agar jalannya latihan berjalan dengan baik. Peraturan itu sendiri berupa peraturan yang mengatur tentang latihan, organisasi, dan sikap diluar latihan. Terkadang kita sebagai orang tua susah sekali untuk mengatur anak-anak untuk disiplin dalam kehidupan sehari-hari.  Ada beberapa orang tua yang mensiasati kedisplinan anak sehari-hari dirumah dengan cara mengaplikasikan kedisiplinan pada saat latihan beladiri. Contoh : 
1. Pada saat anak susah sekali diajak untuk ibadah (sholat, doa, dll) orang tua bisa membandingkan atau mencontohkan dengan latihan, yaitu "Sebelum latihan aja kita berdoa supaya latihan kita selamat, dan gak ada cedera, masa dirumah malas berdoa (sholat)?".
2. Pada saat anak mulai telat atau malas belajar, mandi, bangun, makan, dan lain-lain, maka siasatnya dengan menyampaikan ke-anak: "Klo kamu telat latihan dalam latihan dihukum push up, lari dan lain-lain, dirumah juga harus seperti itu klo kamu males dan telat mulu mau kamu dihukum mama/papah atau dilaporkan ke pelatihnya biar dihukum di tempat latihan".
Dan masih banyak cara lain untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang diajakan di latihan beladiri di rumah. Mungkin Bapak/Ibu yang membaca tulisan ini lebih banyak tahu bagaimana cara untuk memotivasi anak untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan cara mengaplikasikan 
  

Minggu, 14 Oktober 2012

Pencak Silat dan Saya (Mr Shingo Miyamoto)

Mr. Shingo Miyamoto Konsuler Kedutaan Besar Jepang


Saya ada sebuah pengakuan.  Awalnya ada "udang di balik batu" saat saya memutuskan untuk ikut latihan pencak silat di Masjid Al Azhar. 

Dalam kata singkat, alasan saya untuk belajar silat bukan karena saya ingin meningkatkan kemampuan saya sendiri dalam silat.  Alasan saya untuk belajar silat sebetulnya adalah untuk berteman dengan sebanyak mungkin orang Indonesia, dan untuk meningkatkan kemampuan saya untuk berbahasa Indonesia.

Saya melihat tampilan pencak silat untuk pertama kalinya, saat mewakili Duta Besar Jepang di acara Hari Ulang Tahun ASBD pada bulan Mei, tahun 2010.  Saat itu, saya berpikir betapa bagus kegiatan ini untuk bisa mengenal dengan teman-teman dari Indonesia, dan untuk bisa berbicara dengan mereka dalam bahasa Indonesia.  Karena waktu itu saya masih relatif baru datang di Indonesia, dan karena kebanyakan dari orang yang mengelilingi saya dalam kehidupan saya adalah orang asing, keinginan saya untuk mendekati teman-teman dari Indonesia sangat kuat.  Oleh karena itu, saya memutuskan untuk mengunakan pencak silat sebagai “alat” untuk merealisasikan keinginan itu.

Sudah dua tahun berlalu sejak saya mulai ikut latihan pencak silat di Masjid Agung setiap hari minggu.  Selama dua tahun ini, saya berhasil untuk berteman dengan banyak orang Indonesia.  Memang, saya merasa saya dapat diterima sebagai seorang anggota keluarga besar ASBD.  Sahabat yang telah saya bertemu di sana adalah sahabat-sahabat terpenting bagi saya di Indonesia.

Selama dua tahun itu, kemampuan saya untuk berbahasa Indonesia bertambah dengan signifikan juga.  Meskipun pasti belum lancar, jika dibandingkan dengan saat saya tiba di Indonesia untuk pertama kalinya (Wah, saya belum tahu caranya untuk bahkan mengucapkan terima kasih pada waktu itu!!), saya sudah menjadi cukup mampu. Sampai bisa menulis karangan ini sendiri, misalnya.

Dari hasil-hasil tersebut, mungkin bisa dikatakan bahwa tujuan awal saya dalam belajar silat itu sudah direalisasikan. “Udang di balik batu sudah didapatkan.”

Anehnya, bahkan setelah dipindah tugas ke Amerika Serikat pada bulan Januari, tahun 2012, saya masih tetap ikut latihan silat di cabang ASBD di Washington DC.  Mengapa? Bukan karena saya ingin berteman dengan orang Indonesia pasti. Karena hampir semua murid di sana orang Amerika. Bukan karena saya ingin belajar bahasa Indonesia juga, karena semua pembicaraan saat latihan dilakukan dalam bahasa Inggris.  Mengapa saya masih ingin berlatih silat?? Nah, saya sendiri baru sadar, bahwa alasan kenapa saya ingin belajar silat sudah berubah selama dua tahun yang lalu.
Jika dipikirkan sekarang, alasannya bukan karena saya ingin mendekati teman-teman Indonesia.  Alasannya bukan karena saya ingin belajar bahasa Indonesia.  Tetapi, alasanya karena saya ingin melanjutkan pelajaran pencak silat. Itu saja.

Sekarang, bagi saya sendiri, pencak silat bukan “alat” untuk mendekati Indonesia.  Pencak silat adalah kegiatan yang menyenangkan.  Ya. Pencak silat adalah sejenis seni bela diri. Yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan saya sendiri. Tapi pencak silat bukan hanya itu.  Saya rasa belajar silat bisa bermanfaat untuk meningkatkan disiplin diri saya.  Dari silat, saya dapat belajar sikap hidup yang lebih baik, seperti jangan paksakan pendapat saya sendiri kepada orang lain, tetapi manfaatkan tenaga orang lain untuk merealisasikan hasil yang baik.  Menurut saya, silat bisa disebut sebuah kegiatan yang dapat dilanjutkan sepanjang hidup untuk menjadi orang yang lebih baik.

Saya sering ditanya oleh teman-teman. “Kamu orang Jepang kan? Kenapa suka belajar pencak silat? Mengapa bukan karate?“  Dan saya selalu menjawab, “kebetulan saja.“ Memang, saya menemukan pencak silat secara kebetulan.  Dan kebetulan, saya jatuh cinta kepadanya.  Dan setelah belajarnya selama dua tahun, ternyata banyak hal yang telah saya pelajari. Oleh karena itu, kata kunci saya pada saat ini untuk menjelaskan artinya belajar silat bukan “udang di balik batu” tetapi “Sekali mengayuh dua tiga pulau terlewati.” Karena hanya dengan belajar pencak silat, saya sudah bisa mendapatkan banyak hal yang sangat dihargai dalam hidup saya.

Harapan saya adalah melalui membaca buku ini, anak-anak dan dewasa secara bersama akan dapat belajar banyak hal mengenai seni bela diri yang saya cintai. Pencak Silat.

Terakhir, saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada sahabat-sahabat saya dari Al Azhar, yang telah menerima saya sebagai anggota keluarga besar mereka.  Sampai hari ini, saya sangat menghargai persahabatannya sebagai sesuatu yang terbaik yang terjadi kepada saya selama berada di Indonesia. Terima kasih...


Shingo Miyamoto