Selasa, 01 Mei 2012

SILAT SD ALPAM BERJAYA DI HUT YPI & ASBD 2012

Jumat- Minggu tanggal 27-29 April 2012 kembali pendekar-pendekar cilik SD Al Azhar 15 pamulang berlaga dalam kejuaraan Pencak Silat Al Azhar 2012 dalam rangka HUT ASBD dan YPI Al Azhar. Dari 12 anak yang disertakan dalam lomba, semuanya mendapatkan hasil yang baik yaitu 11 gelar juara (4 Emas, 4 Perak dan 3 Perunggu) dan 2 orang peringkat ke 4. Adapun nama-nama yang berhasil mendapatkan prestasi ini adalah :

  • Juara 1 : M. Rafi Bagas (kelas 4), Yumnaa Nur Fatih (kelas 1), Naela Azalia (Kelas 2), dan M. Abyan Kemal (kelas 6).
  • Juara 2 : Karindra Malia Putri Nugroho 2 kategori (kelas 3), Nadhira Indah (kelas 4), dan Nadia Jihandari (kelas 3).
  • Juara 3 : Razi Narendra Tama (kelas 4), Nasya Zulaekha (kelas 3), dan M. Irfaan Fatih (kelas 3).
  • Juara 4 : Anka W (kelas 3) dan Fizayafi (kelas 4)

Bunda Yana selaku kepala sekolah SDI Al Azhar 15 sangat senang sekali dengan hasil yang diraih. Prestasi ini bukan hanya kerja keras anak-anak dan pelatih saja tetapi dorongan orang tua anggota sangat menentukan dan menverikan kontribusi juga. Selamat ya, sukses selalu, tetap berjuang, tetap belajar, belajar dan belajar. Allahu Akbar.









Hilman Indra Pura 

Selasa, 10 April 2012

Reward Membantu Untuk Giat Latihan Beladiri Anak


Seorang pelatih sangatlah penting dalam suatu latihan. Apapun jenis kegiatannya, termasuk olahraga beladiri terutama beladiri anak. Kita dalam selaku pelaksana latihan beladiri untuk anak-anak janganlah terlalu menganggab mudah atau biasa-biasa saja. 

Tetapi untuk menghadapi anak-anak kita harus bisa menjadi seorang yang dapat sayang seperti ayah bahkan ibu. Hal ini perlu dilakukan karena seorang anak bisa mendengar dan mengikuti apa yang kita mau, kalau kita bisa mengambil hatinya.
Latihan beladiri memang secara tidak langsung melatih anak untuk lebih memiliki mental yang kuat, religius, tanggung jawab, dan  fisik yang kuat. Hal ini apa yang telah di tanamkan oleh perguruan-perguruan atau club-club latihan latihan dengan aturan perguruan/klub anggota, aturan organisasi, doa-doa, dan ikrar atau janji anggota.

Reward atau hadiah yang diberikan merupakan salah satu cara untuk memotivasi anak untuk giat berlatih. Banyak cara yang dilakukan club/perguruan beladiri untuk memberikan reward. Kenaikan tingkat sabuk misalnya ibu merupakan salah satu reward kepada anak yang lelah berlatih dalam jangka waktu yang ditentukan. Selain itu banyak cara untuk memberika reward kepada anak. 
Seperti yang dilakukan oleh orangtua murid anggota Al Azhar Seni Bela Diri cabang SDI Al Azhar Pamulang. Selain mendapatkan reward dari perguruan berupa kenaikan sabuk dan hadiah lomba setiap event, Orang tua murid ini secara kreatif memberikan reward berupa hadiah kepada anak-anak latih yang berprestasi setiap bulannya. 

Selasa, 17 Januari 2012

Tim Silat ASBD SD Al Azhar 15 Pamulang tampil di acara puncak Alpam Libels Care 14 Januari 2012.

Sabtu 14 Januari 2012 hujan rintik-rintik tidak menyurutkan semangat anak-anak Sekolah Dasar Islam Al Azhar 15 Pamulang untuk memeriahkan kegiatan acara puncak Syiar Hijriyah 1433 H di Kampus SD Al Azhar 15 Pamulang, Tangsel Banten. Salah satunya adalah tampilan Pencak Silat yang merupakan olahraga warisan nenek moyang kita yang sekarang sudah poluler di seluruh dunia.
Tampilan itu dirancang oleh pelatih sekaligus penanggung jawab ekskul Silat Bapak Hilman Indra Pura, S. Pd. dengan costum didisain oleh ANDYA galery pimpinan Ibu Intan Komalasari (Ibunda Anka murid kelas 3). Adapun murid-murid yang tampil adalah Karindra (Alya), Nadya Jihandari, Anka W, Irfan, Firzayafi, Bagas, Abyan Kemal, Nadira, Naela, Yumna, Riska (siswi SMP Al Azhar 25 Pamulang), dan Nasya.
Tampilan ini merupakan tampilan yang ditunggu-tunggu oleh murid SD Al Azhar dan SMP Al Azhar Pamulang, Ibu Airin (Walikota Tangsel) pun ikut menyaksikan tampilan tersebut. Selain Ibu walikota acara ini juga dihadiri oleh Mr. Shingo Miyamoto (Kepala Bidang Politik Kedus Jepang), H. Mahfudh Makmun (Ketua YPI Al Azhar), Kepala Dinas Pendidikan, dalam pejabat setempat.

Foto Kegiatan (Bu neni DJ) :





Rabu, 21 Desember 2011

Musim Ujian Kenaikan Tingkat (Sabuk)

Di akhir semester ini banyak perguruan atau club bela diri di sekolah-sekolah atau tempat latihan lainnya sedang mengadakan Ujian Kenaikan tingkat. Hal ini karena masa belajar semester 1 (satu) sudah selesai. Bagi yang Ujian Kenaikan Tingkatnya setiap 6 bulan sekali sudah rutin seperti ini. Tetapi ada juga yang melaksakan Kenaikan Tingkat Selama 4 bulan sekali atau setahun 3 kali.
Ujian dilakukan sebagai evaluasi materi yang telah diajarkan sekaligus menanamkan nilai disiplin pada anak. Selain itu biasanya ujian dilakukan bersamaan dan gabungan, sehingga nilai kebersamaan dan ajang silaturahmi juga terliaht disana.
Selamat bagi yang sudah naik sabuk/tingkat, dan bagi yang blum naik bukan berarti gak bisa, tetapi harus lebih serius dan belajar lagi sehingga dikemudian hari lebih baik lagi dan bisa naik.





Kamis, 22 September 2011

Latihan Ekstrakurikuler mulai lagi


Sebagian besar latihan bela diri anak dilakukan disekolah-sekolah, dengan mulai kegiatan pelajaran baru 2011-2012 juli kemarin dan dipotong masa puasa/lebaran. Akhirnya kegiatan latihan beladiri anak-anak mulai aktif kembali. Untuk itu kita sebagai orang tua, pelatih, guru dan masyarakat yang berhubungan langsung dengan beladiri anak harus mempersiapkan dengan baik. Perhatikan perlengkapan dan kesiapan anak, jangan sampai latihan yang dilakukan menjadi kurang baik/buruk terhadap anak kita. Jangan lupa beberapa hal yang perlu diperhatihan dalam mempersiapan latihan beladiri pada anak seperti tempat, keamanan latihan , kurikulum dan lain-lain(lebih jelasnya ada dalam buku : "bela diri untuk anak" penerbit dian rakyat di link http://latianbeladiriuntukanak2.blogspot.com/2010/09/new-telah-terbit-buku-panduan-untuk.html).
Selamat bergabung/berlatih kembali........!

Jumat, 17 Juni 2011

Talk Show “Manfaat Olahraga Beladiri Pencak Silat Bagi Kesehatan”




Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD) cabang Banten bekerja sama dengan Merpati Putih Jaksel dan KPS Nusantara mengadakan talk show “Manfaat Olahraga Bela Diri Pencak Silat Bagi Kesehatan”. Bertempat di rumah makan ‘Bale Sunda’, Jl. Bintaro Raya A5 No. 4 sektor 8 CBD Bintaro Jaya. Pada hari Minggu, 8 Mei 2011. Acara dimulai pukul 8 pagi, dengan sambutan oleh Ir. H. Budi Setya Muhammad selaku pembina ASBD Banten dan juga pemilik Yayasan Pesantren yatim piatu dan dhuafa Atthoyibin di Jombang.

Pembicara pertama yang diperkenalkan oleh moderator Umar A. Lubis (pesinetron dan anggota Bintaro 4x4 Community yang sempat berlatih pencak silat) yaitu dr. Suhantoro, Sp.KO., FACSM, DK. Beliau adalah mantan atlet sepakbola nasional di era tahun 1970. Dan merupakan dokter spesialis kesehatan olahraga, saat ini menjabat sebagai ketua PP-KORI (Komite Olahraga RI) DKI Jakarta. Beliau mengungkapkan betapa pentingnya tubuh bergerak. Stamina kita menurun sejak umur 30 tahun sebanyak 1% per tahunnya, hal ini dapat diperlambat dengan berolahraga rutin sehingga hanya turun 0.4% per tahunnya. Dan pencak silat dapat dijadikan salah satu alternatif olahraga kesehatan, karena anggota tubuh yang bergerak melebihi 70% sebagai standar olahraga yang menyehatkan.

Pembicara kedua yaitu O’ong Maryono adalah seorang mantan juara dunia pencak silat dan mantan juara nasional tae kwon do. Pelatih pencak silat internasional dari KPS Nusantara (melatih di Brunei, Vietnam, Thailand, Italy, Singapore, Phillipines) ini mengungkapkan pencak silat sebagai warisan budaya Melayu harus dikembangkan dan ini merupakan tugas kita semua sebagai bangsa Indonesia. Masih banyak masyarakat belum memahami apa itu pencak silat sehingga harus terus menerus digalakkan. Karena ternyata pencak silat dapat disejajarkan dengan olahraga lain untuk mencapai kebugaran dan kesehatan tubuh, asalkan dilakukan mengikuti aturan dari ilmu kesehatan.

Peserta talk show ini datang dari berbagai kalangan dan usia, dihadiri perwakilan dari beberapa perguruan pencak silat dan beladiri lain, warga bintaro dan sekitarnya, komunitas offroad Bintaro, serta cabang olah raga lainnya seperti tenis, badminton, golf, fitness, dan lainnya. Serta hadir juga perwakilan dari PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yaitu Bapak Bambang Rus Effendi dan pendiri perguruan pencak silat “Baringin Sakti”, yaitu Bapak Edward Lebe yang mengembangkan pencak silat di Amerika. Peserta sangat antusias dalam bertanya kepada para pembicara, dan moderator mengarahkan dengan sangat baik sehingga acara menjadi hidup.

Talk show ini bertujuan untuk silaturahmi antar perguruan pencak silat dan menambah pengetahuan ilmu kesehatan, serta memperkenalkan pencak silat secara nasional dan internasional kepada komunitas olahraga lainnya. Dalam pengembangan pencak silat baik sebagai olahraga kesehatan maupun olahraga prestasi harus disertakan sains untuk mencapai hasil yang maksimal.


riri zulkifli

foto-foto kegiatan :





Senin, 31 Januari 2011

Bedah Buku Bela Diri untuk Anak


Launching dan Bedah Buku "Bela Diri untuk Anak"
Penulis : Hilman Indra Pura, S. Pd.
Penerbit : PT. Dian Rakyat
Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur
Minggu, 30 Januari 2011

Minggu 30 Januari 2011 yang cerah berawan seakan memberi warna tersendiri pada kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Al Azhar Seni Bela Diri tahun ajaran 2010/2011 tingkat Sekolah Dasar yang pimpin oleh penguji kak Rasenoras Rasyidin (kak Ujang). Hal yang membuat beda adalah bersamaan dengan kegiatan tersebut dilaksanakan launching dan Bedah buku yang di tulis oleh pelatih Al Azhar Seni Bela Diri Hilman Indra Pura ( Pelatih Muda) berjudul "Bela Diri untuk Anak".
Acara tersebut disambut baik oleh orang tua murid peserta ujian. Selain dihadiri oleh orang tua murid peserta ujian kegiatan tersebut juga dihadiri oleh : H. Hariri Hadi ( Ketua Umum YPI Al Azhar), Imam Subardjo (Pimpinan Perguruan Al Azhar Seni Bela Diri), Ir. Irwansyah (Ketua Umum Al azhar Seni Bela Diri), Hj. Ratna Juwita (Ketua Forum Orangtua Anggota Al Azhar Seni Bela Diri, Muktar Ibnu ( Imam Masjid Agung Al Azhar) dan Para Pelatih Utama Al Azhar Seni Bela Diri.

Pembicara-pembicara yang menyampaikan bedah buku adalah :
1. Imam Subardjo ( Pimpinan Perguruan Al Azhar Seni Bela Diri)
Kak jon (panggilan akrab kak imam) bersyukur sekali atas terbitnya buku tersebut, beliau juga berharap semoga buku ini dapat merangsang pelatih-pelatih untuk selalu berkarya, membawa nama baik perguruan, dan dapat diterima di masyarakat.

2. Hilman Indra Pura ( Penulis )
Dalam Persentasinya penulis yang juga seorang guru olahraga SD Al Azhar 15 Pamulang mengulas beberapa isi buku yang harus di perhatikan dalam melaksanakan Bela Diri pada Anak-anak,Adapun yang harus digaris bawahi dalam buku ini adalah :
a. Cara Melakukan pemanasan yang di anjurkan dan disesuaikan dengan anak-anak.
b. Gerakan-gerakan dasar yang diajarkan dalam buku ini merupakan basic(dasar) dalam bela diri yang bersifat umum dalam hal ini bisa digunakan/dipakai oleh beladiri lain.
c. Ada beberapa rambu atau hal yang harus diperhatikan dalam memilih atau melaksnakan bela diri pada anak-anak.
3. Dr. Johansyah Lubis ( Pembanding )

Masjo (panggilan akrab johansyah) adalah seorang Doktor (S 3) yang berkecimpung di dunia olahraga. Aktivitas sehari-harinya adalah seorang Dosen dan Ketua Jurusan Pendidika Jasmmani Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri jakarta. Selain dosen beliau juga aktive sebagai pengurus IPSI DKI Jakarta dan KONI Pusat. Beliau sempat menjabat sebagai pelatih nasional dalam event-event Pencak silat di tingkat Asia Tenggara, Asia dan Dunia. Masjo menilai memang dengan terbitnya buku ini sedikit akan membantu masyarakat, hal ini terbukti dengan fakta dilapangan buku-buku yang beredar tentang bela diri masih bisa dihitung dengan jari. Terutama buku Pencak Silat dan buku bela diri anak. Masjo juga menambahkan selain buku menarik dengan kertas yang bagus dan gambar-gambar yang baik, buku ini juga sudah sesuai dengan teori keolahragaan yaitu melatih anak dari yang termudah sampai yang sulit.

4. H. Hariri Hadi ( Ketua Umum YPI Al Azhar )

Sebagai orang yang lahir di banten pak hariri juga gak mau kalah mengungkapkan pengalaman tentang bela diri terutama pencak silat. Beliau berharap buku ini bisa menjadikan kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesian yang memiliki bela diri khususnya bela diri Pencak Silat. Beliau juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Al Azhar Seni Bela Diri yang telah membuka latihan di Amerika dan Afrika Selatan.
Seharusnya ada satu lagi pembicara yang hadir yaitu Dr. Adhyaksa Dault, SH. M. Si yang merupakan pengantar dalam penulisan buku ini. Beliau tidak bisa hadir karena ada keperluan yang mendadak yang tidak bisa ditunda. Beliau juga memohon maaf kepada audiens via telpon ke penulis karena tidak bisa hadir dan salam hormat kepada tamu yang hadir di acara tersebut sekaligus mengucapkan selamat.
Acara juga lebih meriah dan hidup dengan kehadiran pembawa acara Ka Hario Hagus Sumono yang sedikit-sedikit mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya untuk membuat audiens menjadi tertawa dan relaks.

Kamis, 27 Januari 2011

Launching Buku Bela Diri untuk Anak

mohon doa dan kehadiran pada acara lauching buku "bela diri untuk anak" penerbit PT. Dian Rakyat,yang akan dilaksakan pada :
Hari / Tanggal : Minggu, 30 Januari 2011
Jam : 10.00 - 12. 00 wib
tempat : Taman bunga wiladatika cibubur jakarta timur
Pembicara :
1. HIlman Indra Pura, S. Pd (penulis)
2. Dr. Adhyaksa Daulth, SH. M. Si.
3. Dr. Johansyah Lubis, M. Pd.
Hz : Kak Hario (sahabat si kecil)
demikian undangan ini kami sampaikan, atas doa dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.
wasslk

Hormat Saya

Hilman INdra Pura

Sabtu, 11 September 2010

Bela Diri untuk Anak-Anak


Latihan Bela Diri saat ini tidak hanya digemari oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak dan remaja pun saat ini sudah mulai meramaikan tempat-tempat latihan Bela Diri. Hal ini terlihat di sekolah-sekolah terdapat kegiatan ekstrakurikuler bela diri seperti Pencak Silat, Taekwondo, Karate, jiujitsu, Kempo, Judo, dan lain sebagainya. Tidak hanya di sekolah di tempat-tempat latihan bela diri lain pun terlihat anak-anak dan remaja yang menjadi anggota.
Kita sebagai orang tua harus bisa memilih tempat latihan yang cocok untuk anak kita, hal ini akan mempengaruhi proses latihan yang akan dialami oleh anak kita. Tempat latihan yang harus diperhatikan adalah lokasi tempat latihan yang aman, perlengkapan yang disediakan lengkap atau tidak, materi latihan, pelatih, yang paling penting adalah resmi atau tidak perguruan atau klub bela diri yang diikutinya.
Selain Fisik dalam latihan bela diri, anak akan terbentuk beberapa nilai positif tentang kepribadian. Nilai keribadian tersebut adalah : Disiplin, menghormati kepada pimpinan/orang tua, semangat belajar lebih tinggi, ketenangan jiwa, dan ada beberapa klub atau perguruan bela diri yang mengarahkan kepada nilai keagamaan atau religi.
Masa anak-anak atau praremaja menurut Elizabeth B. Haurlock berusia sekitar 0 – 11 tahun, sedangkan pada usia 12 tahun manusia hampir dapat bergerak secara sempurna. Untuk belajar bela diri pada usia dibawah 12 tahun sangat riskan sekali, karena pada usia tersebut manusia masih dalam tahap pembelajaran motorik yang belum sempurna. Untuk itu harus ada penanganan khusus dalam latihan bela diri pada anak-anak.
Dalam buku ini penulis akan sedikit menuntun anda sebagai orang tua atau pelatih, untuk melatih beberapa gerakan beladiri yang diperbolehkan dalam latihan sesuai dengan kemampuan anak.

( Lebih lengkapnya baca buku Bela Diri untuk Anak penulis Hilman Indrapura penerbit Dian Rakyat )

Selasa, 07 September 2010

Sejarah Bela Diri di Indonesia

Bela Diri berasal dari dua kata yaitu bela berarti menjaga atau mempertahankan, sedangkan Diri berarti bertumpul pada telapak kaki atau bisa juga diartikan satu fisik atau mental seseorang. Jadi Bela Diri itu bisa kita artikan usaha seseorang untuk mempertahankan, menjaga fisik atau mental-nya dari gangguan dari luar.
Sejak manusia diciptakan dan diturunkan kebumi, manusia tidak akan lepas dari aktivitas bela diri, bela diri dari gangguan luar seperti bencana alam, binatang buas dan manusia lainya guna mempertahankan kelangsungan hidup.
Di Indonesia sendiri mulai terkenal usaha latihan bela diri pada saat zaman sebelum penjajahan, terbukti adanya cerita pendekar-pendekar atau kerajaan-kerajaan yang bertempur satu sama lain untuk mempertahankan hidup dan kekuasaan kerajaan. Masuknya pedagang-pedagang china yang membawa bela diri kungfu atau sekarang lebih dikenal dengan nama wushu juga meramaikan bela diri pada saat itu. Aktivitas latihan bela diri hampir hilang terlihat ketika kita dijajah oleh belanda, karena modernnya alat perlengkapan yang dimiliki oleh dunia barat menjadikan latihan bela diri sedikit beralih kearah latihan militer. Walaupun satu-dua masih ada perlawanan dengan cara bela diri tradisional, contoh kisah si pitung. Pada zaman penjajahan jepang latihan bela diri sudah mulai semangat lagi berkat adanya kebijakan pemerintah jepang untuk menggalakan senam taysho dan membiarkan perguruan-perguruan pencak silat untuk mengadakan pemusatan latihan yang diatur oleh pemerintah jepang saat itu.
( lebih lengkapnya baca buku bela diri anak yang di tulis oleh Hilman Indrapura penerbit dian rakyat.....)

RIWAYAT HIDUP PENULIS BUKU BELA DIRI UNTUK ANAK


Hilman Indrapura lahir di Jakarta pada tanggal 27 januari 1983. Penulis menyelesaikan sarjana pada tahun 2009 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Aktivitas sehari-hari adalah sebagai pengajar mata Pelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Islam Al Azhar 15, Pamulang Tangerang Selatan, Banten.
Penulis saat ini penyandang sabuk Hitam tingkat Pelatih Muda di Perguruan Pencak Silat Al Azhar Seni Bela Diri sejak tahun 2004 dan masih aktif sebagai pelatih Ekstrakurikuler di SD Al Azhar Pamulang dan SMK Muara Indonesia, Jakarta Timur.
Penulis mulai melatih Pencak Silat Al Azhar sejak tahun 2001 waktu itu penulis masih duduk di Sekolah Menengah Atas. Adapun sekolah-sekolah yang pernah dilatih oleh penulis dari awal sampai sekarang adalah SDI Al Azhar 05 Kemandoran-Jakarta Selatan, SDI Al Azhar 01 Kebayoran Baru-Jakarta Selatan, SDI Al Azhar 13 Rawamangun-Jakarta Timur, SDI Al Azhar 02 Pasar Minggu, SDI Al Azhar 19 Sentra Primer, SMP Islam Jamiat Kheir Tanah Abang-Jakarta Pusat, dan SMPI Al Azhar 13 Rawamangun-Jakarta Timur.
Selain itu penulis juga aktif di Pengurus Pusat Al Azhar Seni Bela Diri pada tahun 2004-2009 sebagai Bendahara II dan tahun 2009-2013 sebagai bidang Diklat.

Minggu, 05 September 2010

new: Telah terbit buku panduan untuk beda diri anak berjudul BELA DIRI UNTUK ANAK penerbit PT. Dian Rakyat


Buku ini berisi tentang panduan praktis untuk menyelenggakan latian bela diri bagi putra/putri anda yang masih berusia di sekolah dasar dengan gambar full warna dan kertas yang bagus sehingga anak dapat tertarik melihat gambar-gambar yang ada dalam buku ini.
Dalam melaksanakan latihan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tujuan kita dapat tercapai dalam menyekolahkan(mendaftarkan) anak kita di tempat latihan bela diri.
Buku ini bisa didapat di toko buku terdekat di lingkungan bapak/ibu,atau pesanan via telpon or sms :

021 99237335 (yulia)