Jumat, 17 Juni 2011
Talk Show “Manfaat Olahraga Beladiri Pencak Silat Bagi Kesehatan”
Al-Azhar Seni Bela Diri (ASBD) cabang Banten bekerja sama dengan Merpati Putih Jaksel dan KPS Nusantara mengadakan talk show “Manfaat Olahraga Bela Diri Pencak Silat Bagi Kesehatan”. Bertempat di rumah makan ‘Bale Sunda’, Jl. Bintaro Raya A5 No. 4 sektor 8 CBD Bintaro Jaya. Pada hari Minggu, 8 Mei 2011. Acara dimulai pukul 8 pagi, dengan sambutan oleh Ir. H. Budi Setya Muhammad selaku pembina ASBD Banten dan juga pemilik Yayasan Pesantren yatim piatu dan dhuafa Atthoyibin di Jombang.
Pembicara pertama yang diperkenalkan oleh moderator Umar A. Lubis (pesinetron dan anggota Bintaro 4x4 Community yang sempat berlatih pencak silat) yaitu dr. Suhantoro, Sp.KO., FACSM, DK. Beliau adalah mantan atlet sepakbola nasional di era tahun 1970. Dan merupakan dokter spesialis kesehatan olahraga, saat ini menjabat sebagai ketua PP-KORI (Komite Olahraga RI) DKI Jakarta. Beliau mengungkapkan betapa pentingnya tubuh bergerak. Stamina kita menurun sejak umur 30 tahun sebanyak 1% per tahunnya, hal ini dapat diperlambat dengan berolahraga rutin sehingga hanya turun 0.4% per tahunnya. Dan pencak silat dapat dijadikan salah satu alternatif olahraga kesehatan, karena anggota tubuh yang bergerak melebihi 70% sebagai standar olahraga yang menyehatkan.
Pembicara kedua yaitu O’ong Maryono adalah seorang mantan juara dunia pencak silat dan mantan juara nasional tae kwon do. Pelatih pencak silat internasional dari KPS Nusantara (melatih di Brunei, Vietnam, Thailand, Italy, Singapore, Phillipines) ini mengungkapkan pencak silat sebagai warisan budaya Melayu harus dikembangkan dan ini merupakan tugas kita semua sebagai bangsa Indonesia. Masih banyak masyarakat belum memahami apa itu pencak silat sehingga harus terus menerus digalakkan. Karena ternyata pencak silat dapat disejajarkan dengan olahraga lain untuk mencapai kebugaran dan kesehatan tubuh, asalkan dilakukan mengikuti aturan dari ilmu kesehatan.
Peserta talk show ini datang dari berbagai kalangan dan usia, dihadiri perwakilan dari beberapa perguruan pencak silat dan beladiri lain, warga bintaro dan sekitarnya, komunitas offroad Bintaro, serta cabang olah raga lainnya seperti tenis, badminton, golf, fitness, dan lainnya. Serta hadir juga perwakilan dari PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) yaitu Bapak Bambang Rus Effendi dan pendiri perguruan pencak silat “Baringin Sakti”, yaitu Bapak Edward Lebe yang mengembangkan pencak silat di Amerika. Peserta sangat antusias dalam bertanya kepada para pembicara, dan moderator mengarahkan dengan sangat baik sehingga acara menjadi hidup.
Talk show ini bertujuan untuk silaturahmi antar perguruan pencak silat dan menambah pengetahuan ilmu kesehatan, serta memperkenalkan pencak silat secara nasional dan internasional kepada komunitas olahraga lainnya. Dalam pengembangan pencak silat baik sebagai olahraga kesehatan maupun olahraga prestasi harus disertakan sains untuk mencapai hasil yang maksimal.
riri zulkifli
foto-foto kegiatan :
Jumat, 03 Juni 2011
Senin, 31 Januari 2011
Bedah Buku Bela Diri untuk Anak
Launching dan Bedah Buku "Bela Diri untuk Anak"
Penulis : Hilman Indra Pura, S. Pd.
Penerbit : PT. Dian Rakyat
Taman Bunga Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur
Minggu, 30 Januari 2011
Minggu 30 Januari 2011 yang cerah berawan seakan memberi warna tersendiri pada kegiatan Ujian Kenaikan Tingkat Al Azhar Seni Bela Diri tahun ajaran 2010/2011 tingkat Sekolah Dasar yang pimpin oleh penguji kak Rasenoras Rasyidin (kak Ujang). Hal yang membuat beda adalah bersamaan dengan kegiatan tersebut dilaksanakan launching dan Bedah buku yang di tulis oleh pelatih Al Azhar Seni Bela Diri Hilman Indra Pura ( Pelatih Muda) berjudul "Bela Diri untuk Anak".
Acara tersebut disambut baik oleh orang tua murid peserta ujian. Selain dihadiri oleh orang tua murid peserta ujian kegiatan tersebut juga dihadiri oleh : H. Hariri Hadi ( Ketua Umum YPI Al Azhar), Imam Subardjo (Pimpinan Perguruan Al Azhar Seni Bela Diri), Ir. Irwansyah (Ketua Umum Al azhar Seni Bela Diri), Hj. Ratna Juwita (Ketua Forum Orangtua Anggota Al Azhar Seni Bela Diri, Muktar Ibnu ( Imam Masjid Agung Al Azhar) dan Para Pelatih Utama Al Azhar Seni Bela Diri.
Pembicara-pembicara yang menyampaikan bedah buku adalah :
1. Imam Subardjo ( Pimpinan Perguruan Al Azhar Seni Bela Diri)
Kak jon (panggilan akrab kak imam) bersyukur sekali atas terbitnya buku tersebut, beliau juga berharap semoga buku ini dapat merangsang pelatih-pelatih untuk selalu berkarya, membawa nama baik perguruan, dan dapat diterima di masyarakat.
2. Hilman Indra Pura ( Penulis )
Dalam Persentasinya penulis yang juga seorang guru olahraga SD Al Azhar 15 Pamulang mengulas beberapa isi buku yang harus di perhatikan dalam melaksanakan Bela Diri pada Anak-anak,Adapun yang harus digaris bawahi dalam buku ini adalah :
a. Cara Melakukan pemanasan yang di anjurkan dan disesuaikan dengan anak-anak.
b. Gerakan-gerakan dasar yang diajarkan dalam buku ini merupakan basic(dasar) dalam bela diri yang bersifat umum dalam hal ini bisa digunakan/dipakai oleh beladiri lain.
c. Ada beberapa rambu atau hal yang harus diperhatikan dalam memilih atau melaksnakan bela diri pada anak-anak.
3. Dr. Johansyah Lubis ( Pembanding )
Masjo (panggilan akrab johansyah) adalah seorang Doktor (S 3) yang berkecimpung di dunia olahraga. Aktivitas sehari-harinya adalah seorang Dosen dan Ketua Jurusan Pendidika Jasmmani Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri jakarta. Selain dosen beliau juga aktive sebagai pengurus IPSI DKI Jakarta dan KONI Pusat. Beliau sempat menjabat sebagai pelatih nasional dalam event-event Pencak silat di tingkat Asia Tenggara, Asia dan Dunia. Masjo menilai memang dengan terbitnya buku ini sedikit akan membantu masyarakat, hal ini terbukti dengan fakta dilapangan buku-buku yang beredar tentang bela diri masih bisa dihitung dengan jari. Terutama buku Pencak Silat dan buku bela diri anak. Masjo juga menambahkan selain buku menarik dengan kertas yang bagus dan gambar-gambar yang baik, buku ini juga sudah sesuai dengan teori keolahragaan yaitu melatih anak dari yang termudah sampai yang sulit.
4. H. Hariri Hadi ( Ketua Umum YPI Al Azhar )
Sebagai orang yang lahir di banten pak hariri juga gak mau kalah mengungkapkan pengalaman tentang bela diri terutama pencak silat. Beliau berharap buku ini bisa menjadikan kebanggaan kita sebagai warga negara Indonesian yang memiliki bela diri khususnya bela diri Pencak Silat. Beliau juga mengucapkan selamat dan sukses kepada Al Azhar Seni Bela Diri yang telah membuka latihan di Amerika dan Afrika Selatan.
Seharusnya ada satu lagi pembicara yang hadir yaitu Dr. Adhyaksa Dault, SH. M. Si yang merupakan pengantar dalam penulisan buku ini. Beliau tidak bisa hadir karena ada keperluan yang mendadak yang tidak bisa ditunda. Beliau juga memohon maaf kepada audiens via telpon ke penulis karena tidak bisa hadir dan salam hormat kepada tamu yang hadir di acara tersebut sekaligus mengucapkan selamat.
Acara juga lebih meriah dan hidup dengan kehadiran pembawa acara Ka Hario Hagus Sumono yang sedikit-sedikit mengeluarkan jurus-jurus ampuhnya untuk membuat audiens menjadi tertawa dan relaks.
Kamis, 27 Januari 2011
Launching Buku Bela Diri untuk Anak
mohon doa dan kehadiran pada acara lauching buku "bela diri untuk anak" penerbit PT. Dian Rakyat,yang akan dilaksakan pada :Hari / Tanggal : Minggu, 30 Januari 2011
Jam : 10.00 - 12. 00 wib
tempat : Taman bunga wiladatika cibubur jakarta timur
Pembicara :
1. HIlman Indra Pura, S. Pd (penulis)
2. Dr. Adhyaksa Daulth, SH. M. Si.
3. Dr. Johansyah Lubis, M. Pd.
Hz : Kak Hario (sahabat si kecil)
demikian undangan ini kami sampaikan, atas doa dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.
wasslk
Hormat Saya
Hilman INdra Pura
Sabtu, 11 September 2010
Bela Diri untuk Anak-Anak
Latihan Bela Diri saat ini tidak hanya digemari oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak dan remaja pun saat ini sudah mulai meramaikan tempat-tempat latihan Bela Diri. Hal ini terlihat di sekolah-sekolah terdapat kegiatan ekstrakurikuler bela diri seperti Pencak Silat, Taekwondo, Karate, jiujitsu, Kempo, Judo, dan lain sebagainya. Tidak hanya di sekolah di tempat-tempat latihan bela diri lain pun terlihat anak-anak dan remaja yang menjadi anggota.
Kita sebagai orang tua harus bisa memilih tempat latihan yang cocok untuk anak kita, hal ini akan mempengaruhi proses latihan yang akan dialami oleh anak kita. Tempat latihan yang harus diperhatikan adalah lokasi tempat latihan yang aman, perlengkapan yang disediakan lengkap atau tidak, materi latihan, pelatih, yang paling penting adalah resmi atau tidak perguruan atau klub bela diri yang diikutinya.

Selain Fisik dalam latihan bela diri, anak akan terbentuk beberapa nilai positif tentang kepribadian. Nilai keribadian tersebut adalah : Disiplin, menghormati kepada pimpinan/orang tua, semangat belajar lebih tinggi, ketenangan jiwa, dan ada beberapa klub atau perguruan bela diri yang mengarahkan kepada nilai keagamaan atau religi.
Masa anak-anak atau praremaja menurut Elizabeth B. Haurlock berusia sekitar 0 – 11 tahun, sedangkan pada usia 12 tahun manusia hampir dapat bergerak secara sempurna. Untuk belajar bela diri pada usia dibawah 12 tahun sangat riskan sekali, karena pada usia tersebut manusia masih dalam tahap pembelajaran motorik yang belum sempurna. Untuk itu harus ada penanganan khusus dalam latihan bela diri pada anak-anak.

Dalam buku ini penulis akan sedikit menuntun anda sebagai orang tua atau pelatih, untuk melatih beberapa gerakan beladiri yang diperbolehkan dalam latihan sesuai dengan kemampuan anak.
( Lebih lengkapnya baca buku Bela Diri untuk Anak penulis Hilman Indrapura penerbit Dian Rakyat )
Selasa, 07 September 2010
Sejarah Bela Diri di Indonesia
Bela Diri berasal dari dua kata yaitu bela berarti menjaga atau mempertahankan, sedangkan Diri berarti bertumpul pada telapak kaki atau bisa juga diartikan satu fisik atau mental seseorang. Jadi Bela Diri itu bisa kita artikan usaha seseorang untuk mempertahankan, menjaga fisik atau mental-nya dari gangguan dari luar.
Sejak manusia diciptakan dan diturunkan kebumi, manusia tidak akan lepas dari aktivitas bela diri, bela diri dari gangguan luar seperti bencana alam, binatang buas dan manusia lainya guna mempertahankan kelangsungan hidup.
Di Indonesia sendiri mulai terkenal usaha latihan bela diri pada saat zaman sebelum penjajahan, terbukti adanya cerita pendekar-pendekar atau kerajaan-kerajaan yang bertempur satu sama lain untuk mempertahankan hidup dan kekuasaan kerajaan. Masuknya pedagang-pedagang china yang membawa bela diri kungfu atau sekarang lebih dikenal dengan nama wushu juga meramaikan bela diri pada saat itu. Aktivitas latihan bela diri hampir hilang terlihat ketika kita dijajah oleh belanda, karena modernnya alat perlengkapan yang dimiliki oleh dunia barat menjadikan latihan bela diri sedikit beralih kearah latihan militer. Walaupun satu-dua masih ada perlawanan dengan cara bela diri tradisional, contoh kisah si pitung. Pada zaman penjajahan jepang latihan bela diri sudah mulai semangat lagi berkat adanya kebijakan pemerintah jepang untuk menggalakan senam taysho dan membiarkan perguruan-perguruan pencak silat untuk mengadakan pemusatan latihan yang diatur oleh pemerintah jepang saat itu.
( lebih lengkapnya baca buku bela diri anak yang di tulis oleh Hilman Indrapura penerbit dian rakyat.....)
Sejak manusia diciptakan dan diturunkan kebumi, manusia tidak akan lepas dari aktivitas bela diri, bela diri dari gangguan luar seperti bencana alam, binatang buas dan manusia lainya guna mempertahankan kelangsungan hidup.

Di Indonesia sendiri mulai terkenal usaha latihan bela diri pada saat zaman sebelum penjajahan, terbukti adanya cerita pendekar-pendekar atau kerajaan-kerajaan yang bertempur satu sama lain untuk mempertahankan hidup dan kekuasaan kerajaan. Masuknya pedagang-pedagang china yang membawa bela diri kungfu atau sekarang lebih dikenal dengan nama wushu juga meramaikan bela diri pada saat itu. Aktivitas latihan bela diri hampir hilang terlihat ketika kita dijajah oleh belanda, karena modernnya alat perlengkapan yang dimiliki oleh dunia barat menjadikan latihan bela diri sedikit beralih kearah latihan militer. Walaupun satu-dua masih ada perlawanan dengan cara bela diri tradisional, contoh kisah si pitung. Pada zaman penjajahan jepang latihan bela diri sudah mulai semangat lagi berkat adanya kebijakan pemerintah jepang untuk menggalakan senam taysho dan membiarkan perguruan-perguruan pencak silat untuk mengadakan pemusatan latihan yang diatur oleh pemerintah jepang saat itu.
( lebih lengkapnya baca buku bela diri anak yang di tulis oleh Hilman Indrapura penerbit dian rakyat.....)
RIWAYAT HIDUP PENULIS BUKU BELA DIRI UNTUK ANAK
Hilman Indrapura lahir di Jakarta pada tanggal 27 januari 1983. Penulis menyelesaikan sarjana pada tahun 2009 di Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta. Aktivitas sehari-hari adalah sebagai pengajar mata Pelajaran Pendidikan Jasmani di Sekolah Dasar Islam Al Azhar 15, Pamulang Tangerang Selatan, Banten.
Penulis saat ini penyandang sabuk Hitam tingkat Pelatih Muda di Perguruan Pencak Silat Al Azhar Seni Bela Diri sejak tahun 2004 dan masih aktif sebagai pelatih Ekstrakurikuler di SD Al Azhar Pamulang dan SMK Muara Indonesia, Jakarta Timur.
Penulis mulai melatih Pencak Silat Al Azhar sejak tahun 2001 waktu itu penulis masih duduk di Sekolah Menengah Atas. Adapun sekolah-sekolah yang pernah dilatih oleh penulis dari awal sampai sekarang adalah SDI Al Azhar 05 Kemandoran-Jakarta Selatan, SDI Al Azhar 01 Kebayoran Baru-Jakarta Selatan, SDI Al Azhar 13 Rawamangun-Jakarta Timur, SDI Al Azhar 02 Pasar Minggu, SDI Al Azhar 19 Sentra Primer, SMP Islam Jamiat Kheir Tanah Abang-Jakarta Pusat, dan SMPI Al Azhar 13 Rawamangun-Jakarta Timur.
Selain itu penulis juga aktif di Pengurus Pusat Al Azhar Seni Bela Diri pada tahun 2004-2009 sebagai Bendahara II dan tahun 2009-2013 sebagai bidang Diklat.
Minggu, 05 September 2010
new: Telah terbit buku panduan untuk beda diri anak berjudul BELA DIRI UNTUK ANAK penerbit PT. Dian Rakyat

Buku ini berisi tentang panduan praktis untuk menyelenggakan latian bela diri bagi putra/putri anda yang masih berusia di sekolah dasar dengan gambar full warna dan kertas yang bagus sehingga anak dapat tertarik melihat gambar-gambar yang ada dalam buku ini.
Dalam melaksanakan latihan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tujuan kita dapat tercapai dalam menyekolahkan(mendaftarkan) anak kita di tempat latihan bela diri.
Buku ini bisa didapat di toko buku terdekat di lingkungan bapak/ibu,atau pesanan via telpon or sms :
021 99237335 (yulia)
Selasa, 27 Juli 2010
Dr. Adhyaksa Dault, SH, M. Si.Pengantar Buku Beladiri Untuk Anak

Dr .Adhyaksa Dault, SH., Msi.
( Pelatih Utama Al Azhar Seni Bela Diri )
Assallamu’alaikum Wr. Wb
Puji Syukur Kehadihat Allah SWT. Yang telah memberikan nikmat kepada kita sehingga kita dapat melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan baik.
Dengan terbitnya buku Seni Bela Diri Anak ini saya dan masyarakat umum berharap dapat merangsang minat Anak-anak usia dini untuk lebih giat untuk berlatih. Karena latihan bela diri sangat berguna dalam membentuk karakter anak yang tangguh, bertanggung jawab, disiplin, hormat kepada orang tua dan menghargai orang lain. Hal ini saya alami ketika saya duduk di kelas 3 sekolah dasar (SD) sampai kelas 3 sekolah menengah pertama (SMP) saya berlatih di Al Azhar Seni Bela Diri. Disanalah karakter terbentuk sebagai bekall saya untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari, organisasi dan dunia kerja.
Kita sebagai orang tua yang mendambakan anak-anak kita menjadi pribadi tangguh yang berguna bagi Agama, Orang Tua, dan Negara sangat bertanggung jawab dalam hal pendidikan kepribadian anak. Untuk itu marilahi sama-sama kita dukung kegiatan-kegiatan anak kita yang mengarah ke hal-hal positif dan keatifitas.
Wassallamu alaikum Wr. Wb
Senin, 26 Juli 2010
bUKU bela diri anak
Kepada teman-teman, orang tua, adik-adik, saudara-saudara dan yang lainnya mohon doa restunya. Insya Allah buku BelaDiri untuk Anak tulisan saya akan terbit dengan penerbit PT. Dian Rakyat. SaAT ini proses penulisan sudah sampai cetak buku dan sedang diperbanyak.Terimaksih kepada seluruh pihak yang telah membantu mulai dari pengiriman berkas, persentasi, kontrak pemotretan, editing hingga sekarang di perbanyak!
Mudah-mudahan buku tulisan saya ini berguna dan bermanfaat untuk masyarakat.
HI.
Rabu, 30 September 2009
Bela Diri Untuk Anak

A. Sejarah dan Pengertian Tentang Bela Diri
Bela Diri berasal dari dua kata yaitu bela berarti menjaga atau mempertahankan, sedangkan Diri berarti bertumpul pada telapak kaki atau bisa juga diartikan satu fisik atau mental seseorang. Jadi Bela Diri itu bisa kita artikan usaha seseorang untuk mempertahankan, menjaga fisik atau mental-nya dari gangguan dari luar.
Sejak manusia diciptakan dan diturunkan kebumi, manusia tidak akan lepas dari aktivitas bela diri, bela diri dari gangguan luar seperti bencana alam, binatang buas dan manusia lainya guna mempertahankan kelangsungan hidup.
Di Indonesia sendiri mulai terkenal usaha latihan bela diri pada saat zaman sebelum penjajahan, terbukti adanya cerita pendekar-pendekar atau kerajaan-kerajaan yang bertempur satu sama lain untuk mempertahankan hidup dan kekuasaan kerajaan. Masuknya pedagang-pedagang china yang membawa bela diri kungfu atau sekarang lebih dikenal dengan nama wushu juga meramaikan bela diri pada saat itu. Aktivitas latihan bela diri hampir hilang terlihat ketika kita dijajah oleh belanda, karena modernnya alat perlengkapan yang dimiliki oleh dunia barat menjadikan latihan bela diri sedikit beralih kearah latihan militer. Walaupun satu-dua masih ada perlawanan dengan cara bela diri tradisional, contoh kisah si pitung. Pada zaman penjajahan jepang latihan bela diri sudah mulai semangat lagi berkat adanya kebijakan pemerintah jepang untuk menggalakan senam taysho dan membiarkan perguruan-perguruan pencak silat untuk mengadakan pemusatan latihan yang diatur oleh pemerintah jepang saat itu.
Kini latihan bela diri sudah menjamur dimana-mana seiring dengan perkembangan zaman latihan bela diri pun mulai ikut berkembang. Hampir semua aktivitas latihan bela diri saat ini bertujuan selain untuk membangun fisik yang kuat juga untuk membangun jiwa yang kuat agar memiliki mental yang siap menghadapi kehidupan yang akan dilaluinya.
Banyak tempat-tempat latihan bela diri yang sudah mulai menawarkan paket-peket latihan sesuai dengan tingkat umur dan tujuan latihan. Adapun aliran bela diri yang sudah berkembang di Indonesia adalah Pencak Silat, Taekwondo, Karate, Aikido, Wushu, Kapoera, jujutstu, kempo, judo, tivan, kendo, dan lain sebagainya.
B. Latihan Bela Diri Untuk Anak
Latihan Bela Diri saat ini tidak hanya digemari oleh orang dewasa saja, tetapi anak-anak dan remaja pun saat ini sudah mulai meramaikan tempat-tempat latihan Bela Diri. Hal ini terlihat di sekolah-sekolah terdapat kegiatan ekstrakurikuler bela diri seperti Pencak Silat, Taekwondo, Karate, jiujitsu, Kempo, Judo, dan lain sebagainya. Tidak hanya di sekolah di tempat-tempat latihan beladiri lain pun terlihat anak-anak dan remaja yang menjadi anggota.

Kita sebagai orang tua harus bisa memilih tempat latihan yang cocok untuk anak kita, hal ini akan mempengaruhi proses latihan yang akan dialami oleh anak kita. Tempat latihan yang harus diperhatikan adalah lokasi tempat latihan yang aman, perlengkapan yang disediakan lengkap atau tidak, materi latihan, pelatih, yang paling penting adalah resmi atau tidak perguruan atau klub bela diri yang diikutinya.
Selain Fisik dalam latihan bela diri, anak akan terbentuk beberapa nilai positif tentang kepribadian. Nilai keribadian tersebut adalah : Disiplin, menghormati kepada pimpinan/orang tua, semangat belajar lebih tinggi, ketenangan jiwa, dan ada beberapa klub atau perguruan bela diri yang mengarahkan kepada nilai keagama atau religi.
Masa anak-anak atau praremaja menurut Elizabeth B. Haurlock berusia sekitar 0 – 11 tahun, sedangkan pada usia 12 tahun manusia hampir dapat bergerak secara sempurna. Untuk belajar bela diri pada usia dibawah 12 tahun sangat riskan sekali, karena pada usia tersebut manusia masih dalam tahap pembelajaran motorik yang belum sempurna. Untuk itu harus ada penanganan khusus dalam latihan bela diri pada anak-anak.
Dalam buku ini penulis akan sedikit menuntun anda sebagai orang tua atau pelatih, untuk melatih beberapa gerakan beladiri yang diperbolehkan dalam latihan sesuai dengan kemampuan anak.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua dan pelatih dalam melatih beladiri pada anak :
1. Pastikan anak anda terdaftar dalam satu klub atau perguruan bela diri yang terdaftar dalam organisasi bela diri resmi nasional.
2. Pastikan keinginan berlatih anak bukan karena paksaan orang tua atau pelatih.
3. Beri pengertian manfaat yang positif latihan bela diri kepada anak.
4. Jelaskan larangan-larangan atau hal-hal yang negatif dilakukan anak dalam latihan maupun aplikasi di luar latihan.
5. Pastikan tempat latihan bela diri aman dan nyaman tidak terganggu faktor dari luar.
6. Apabila anda ingin melatih atau mengulang sendiri latihan-latihan anak anda dirumah tanpa pelatih, maka anda harus konsultasi dengan pelatih yang bersangkutan atau ahli di bidang bela diri anak mengenai materi dan cara latihannya.
Dalam latihan bela diri dan aktivitas olahraga lainya kita perlu lakukan urutan latihan dengan benar. Urutan tersebut adalah :
1. Pembukaan ( Doa, Pemanasan dan peregangan.)
2. Latihan Inti.
3. Penutup ( Pendinginan, Evaluasi dan Doa penutup )
Jumat, 24 April 2009
Gaya Kepemimpinan Pelatih

Menurut beberapa ahli Ada beberapa gaya kepemimpinan pelatih, diantaranya adalah :
1. Gaya Authoritarian (Otokrasi, otoriter)
Pada gaya ini karakter yang terlihat adalah bersifat memerintah, kurang manusiawi, menentukan tugasnya sebagai pelatih sendiri, dan semua elemen latihan harus menurutinya.
2. Gaya Demokrasi.
Karakter yang terlihat adalah hubungan dengan atlet lebih dekat, membuka kesempatan kepada atlet turut dalam serta penyusunan program, membuka kesempatan kepada atlet untuk berinteraksi tanpa harus izin, menerima usulan, dan tidak memberkan perintah tetapi bersifat mengajak.
3. Gaya People-centered.
Karater yang terihat pada gaya ini adalah bagaimana pelatih lebih menekankan kepada memenuhan kebutuhan atlet.
4. Gaya Task-oriented.
Karakter yang ditimbulkan pada gaya ini adalah sang pelatih lebih memfokuskan atau arahan kepada kemenangan suatu pertandingan hal yang lain diabaikan.
Dalam suatu latihan bela diri kepemimpinan pelatih sangat dibutuhkan, karena bertujuan agar apa yang diberikan oleh pelatih dapat diserap oleh atlet. Sehingga apa yang ditargetkan akan tercapai. Bayangkan apabila dalam suatu latihan pelatih tidak memiliki jiwa kepemimpinan, akankan kondisi latihan bisa terkontrol?, atau jelaskan dalam penyampaiannya,? dan tercapaikan tujuan yang akan dicapai?.
1. Gaya Authoritarian (Otokrasi, otoriter)
Pada gaya ini karakter yang terlihat adalah bersifat memerintah, kurang manusiawi, menentukan tugasnya sebagai pelatih sendiri, dan semua elemen latihan harus menurutinya.
2. Gaya Demokrasi.
Karakter yang terlihat adalah hubungan dengan atlet lebih dekat, membuka kesempatan kepada atlet turut dalam serta penyusunan program, membuka kesempatan kepada atlet untuk berinteraksi tanpa harus izin, menerima usulan, dan tidak memberkan perintah tetapi bersifat mengajak.
3. Gaya People-centered.
Karater yang terihat pada gaya ini adalah bagaimana pelatih lebih menekankan kepada memenuhan kebutuhan atlet.
4. Gaya Task-oriented.
Karakter yang ditimbulkan pada gaya ini adalah sang pelatih lebih memfokuskan atau arahan kepada kemenangan suatu pertandingan hal yang lain diabaikan.
Dalam suatu latihan bela diri kepemimpinan pelatih sangat dibutuhkan, karena bertujuan agar apa yang diberikan oleh pelatih dapat diserap oleh atlet. Sehingga apa yang ditargetkan akan tercapai. Bayangkan apabila dalam suatu latihan pelatih tidak memiliki jiwa kepemimpinan, akankan kondisi latihan bisa terkontrol?, atau jelaskan dalam penyampaiannya,? dan tercapaikan tujuan yang akan dicapai?.
Senin, 20 April 2009
Beberapa point yang harus diperhatikan pelatih

Menurut harsono tugas utama, peran, dan kepribadian pelatih termasuk kode etika yang perlu diperhatikan adalah :
- Prilaku.
- Kepemimpinan.
- Sikap positif.
- Pengetahuan dan teremapilan.
- Keseimbangan emosi.
- Imajinasi.
- Ketegasan dan keberanian.
- HUmor.
- Kesehatan.
- Administrator.
- Pendewasaan.
- Kegembiraan.
- hargai Wasit.
- Hargai tamu.
- Perhatian pribadi.
- berfikir positif.
- larang berjudi.
- Tata bahasa.
- Mengisyukan seseorang.
- mengunakan wewenang.
- Mental.
- hubungan dengan asisten.
Sabtu, 18 April 2009
3 gaya Pelatih dalam melatih

Apakah anda seorang pelatih? atau anda berhubungan dengan kepelatihan olahraga. Setiap Pelatih pasti memiliki gaya melatih masing2.
Menurut Rainer Martens ada 3 gaya pelatih dalam melatih yaitu :
1. Command Style ( Dictator ) = Atlet hanya dengar, menyerap, dan menjalankan.
2. Submissive Style ( Baby-Sitter ) = Kebutuhan atlet dimanjakan.
3. Cooperrative Style ( The Theacer ) = Kerjasama atlet dan pelatih ( diarahkan ).
Termasuk gaya no berapakah anda atau pelatih anda dalam melatih.????
Menurut Rainer Martens ada 3 gaya pelatih dalam melatih yaitu :
1. Command Style ( Dictator ) = Atlet hanya dengar, menyerap, dan menjalankan.
2. Submissive Style ( Baby-Sitter ) = Kebutuhan atlet dimanjakan.
3. Cooperrative Style ( The Theacer ) = Kerjasama atlet dan pelatih ( diarahkan ).
Termasuk gaya no berapakah anda atau pelatih anda dalam melatih.????
Jumat, 17 April 2009
cerita pengalaman melatih anak sd.
+%283%29.jpg)
Sudah 8 tahun saya bergelut melatih Ekstrakurikuler pencak silat al azhar anak2 sekolah Dasar. Banyak suka dan banyak duka ( walau dikit ). Sukanya ya karena anak latihnya masih imut2 jadi ada aja kejadian2 yang lucu ( namanya juga anak, masih bau kencur ) dari yang mulai ingusan, tukang marah, pemalu, gendut lincah, gendut malas, cengeng, bahkan ada yang mirip2 autis ( katanya orang autis seolah hudup didunia nya sendiri...... heeee...kalah doraemon ).
SeKolah2 yang pernah saya latih adalah SD al Azhar Kemandoran, SD al Al Azhar pusat, SD Al Azhar Rwa Mangun, SDI Al Azhar Pasar Minggu. SD Al Azhar Sentra Primer dan SD Al Azhar Kelapa Gading. Sebenernya tempat lain juga tetapi hanya sebentar2 yaitu al Azhar Bintaro, Al Azhar Pamulang, Al Azhar Kemang Pratama, Jaka permai, dll.
Setiap anak memiliki karakater dan motivasi yang berbeda dalam latihan, bahkan ada orang tua yang semangat dibanding anaknya ketika mengikuti latihan.
Selain berhadapan dengan anak kita juga akan berhadapan dengan orangtua , Guru, karyawan sekolah dan msyarakat lingkungan sekolah.
Banyak pengalaman dan pesan yang saya dapatkan dalam melatih Ekstrakurikuler :
1. Menjadikan saya lebih dewasa dalam menangani sesuatu.
2. Iklas dalam bekerja akan ada balasan yang setimpal.
3. Pergaulan semakin luas,
4. Pengetuan saya semakin berkembang.
5. Dihargai seseorang.
6. Menghargai seseorang.
7. Mengetahui karakter anak.
8. Kondisi fisik meningkat.
9. Menghargai upaya orang lain.
dan masih banyak lagi pengalaman yang saya dapat.
mudah2 cerita yang sok tau ini menjadi kebanggaan buat saya pribadi ( maksud loh.... ).
SeKolah2 yang pernah saya latih adalah SD al Azhar Kemandoran, SD al Al Azhar pusat, SD Al Azhar Rwa Mangun, SDI Al Azhar Pasar Minggu. SD Al Azhar Sentra Primer dan SD Al Azhar Kelapa Gading. Sebenernya tempat lain juga tetapi hanya sebentar2 yaitu al Azhar Bintaro, Al Azhar Pamulang, Al Azhar Kemang Pratama, Jaka permai, dll.
Setiap anak memiliki karakater dan motivasi yang berbeda dalam latihan, bahkan ada orang tua yang semangat dibanding anaknya ketika mengikuti latihan.
Selain berhadapan dengan anak kita juga akan berhadapan dengan orangtua , Guru, karyawan sekolah dan msyarakat lingkungan sekolah.
Banyak pengalaman dan pesan yang saya dapatkan dalam melatih Ekstrakurikuler :
1. Menjadikan saya lebih dewasa dalam menangani sesuatu.
2. Iklas dalam bekerja akan ada balasan yang setimpal.
3. Pergaulan semakin luas,
4. Pengetuan saya semakin berkembang.
5. Dihargai seseorang.
6. Menghargai seseorang.
7. Mengetahui karakter anak.
8. Kondisi fisik meningkat.
9. Menghargai upaya orang lain.
dan masih banyak lagi pengalaman yang saya dapat.
mudah2 cerita yang sok tau ini menjadi kebanggaan buat saya pribadi ( maksud loh.... ).
TIPS - TIPS DALAM MEMILIH TEMPAT LATIHAN BELADIRI UNTUK ANAK
Ini adalah beberapa tips untuk orang tua yang akan mendaftarkan anaknya berlatihan beladiri. :
1. Pastikan anak anda mau atau memiliki motivasi untuk bergabung latihan setelah tahu atau menyaksikan latihan yang dia lihat.
2. Kedua Pastikan Klub atau tempat latihan yang akan anda daftarkan anak anda adalah Klub beladiri yang resmi dan memiliki badan hukum yang jelas.
3. Pastikan aliran yang diikuti adalah murni olahraga, olahfisik bukan hal berbau mistik.
4. Pastikan tempat latihan yang akan anda daftarkan aman dari ganguan2 dari luar .( kendaraan, lalu-lalang, kegiatan yang bising, dll )
5. Sempatkan selalu untuk berdiskusi dengan pelatih mengenai latihan untuk anak.
6. Apabila anda ingin mengajarkan kepada anak anda dirumah harus di diskusikan kepada pelatih yang bersangkutan.
Selamat mencoba........................!
Kamis, 16 April 2009
latihan bela diri untuk anak2
latihan bela diri untuk anak2 ( Pra REmaja ) memang sudah banyak dilakukan oleh orang banyak atau Klub2 latihan bela. Masalahnya adalah apakah sudah memenuhi aturan dan porsi latian untuk anak2. mari kita diskusikan bersama tentang ini.
Langganan:
Postingan (Atom)











